Breaking News:

Berita Semarang

Bioskop Sudah Buka, Jumlah Pengunjung yang Menonton Masih Minim, Ini Kendalanya

Aplikasi PeduliLindungi, serta syarat vaksinasi jadi kendala bagi masyarakat yang hendak menikmati bioskop.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA
Sejumlah pengunjung melakukan scan barcode lewat aplikasi Peduli Lindungi sebelum masuk bioskop, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aplikasi PeduliLindungi, serta syarat vaksinasi jadi kendala bagi masyarakat yang hendak menikmati bioskop.

Hal itu lantaran anak-anak di bawah 12 tahun, dan masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi dilarang masuk ke gedung bioskop.

Meski regulasi tersebut dikeluarkan sebagai antisipasi penularan Covid-19, namun masyarakat menanggapi secara berbeda.

“Bagus sih aturan tersebut, namun jika ingin liburan dengan menonton bioskop bersama anak di bawah umur 12 dan keluarga kan jadi tidak bisa,” papar Rony warga Kota Semarang, Senin (12/10/2021).

Baca juga: 30 Siswa SMPN 4 Cepiring Kendal Siap Lenyapkan Aksi Bullying di Sekolah

Baca juga: Geliat Budidaya Kepiting Cangkang Lunak di Kutawaru Cilacap, Berdayakan Ibu-Ibu Mantan TKW

Baca juga: Muchtarom Mantan Kades Kendal Kabur Bawa Mobil Sampah: Sakit Hati Saya

Menurutnya, harusnya regulasi tersebut tidak kaku, dan bisa diubah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Wong ya jumlah tempat duduk sudah dibatasi, namun tetap saja anak-anak tidak boleh masuk, kesannya terlalu kaku,” katanya.

Terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, saat dihubungi melalui sambungan telpon mengatakan, antusiasme kunjungan bioskop masih rendah.

“Ya mungkin karena ada stigma yang dibangun untuk menakut-nakuti, dan bioskop dikhususkan untuk yang sudah vaksin,” ucapnya.

Ia menerangkan, GPBSI hanya pasrah dan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah setiap dua pekan sekali.

“Untuk bioskop yang ada di Indonesia hampir semua sudah dibuka, namun ya kondisinya sepi pengunjung. Biasanya kalau tempat bioskop independen omzet bisa Rp 30 juta dalam semalam, kini hanya Rp 2,5 juta, gambarannya seperti itu,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved