Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Keterbukaan Informasi Bentuk Kesungguhan Pelayanan Publik

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan keterbukaan informasi publik di Jawa Tengah sudah bagus. Jadi yang bisa dibuka jangan ditutup-tutupi.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo memberikan paparan secara daring terkait Inovasi dan Kolaborasi Keterbukaan Informasi Publik dalam melakukan Pelayanan Publik di Jawa Tengah kepada tim penilai dari Komisi Informasi Pusat, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan keterbukaan informasi publik di Jawa Tengah sudah bagus, baik dari sisi institusi, individu, maupun partisipasi masyarakat.

Itu adalah bentuk kesungguhan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat dengan baik.

Hal itu disampaikan Ganjar saat memberikan paparan inovasi dan kolaborasi keterbukaan informasi publik kepada tim penilai dari Komisi Informasi Pusat secara virtual, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Tak Terima Istri Main Ke Rumah Pria Idaman Lain di Meteseh Semarang, Selingkuhan Istri Pun Dikeroyok

Baca juga: Pedagang Sayangkan Hasil Undian Lapak, Banyak Pedagang Pasar Lain Masuk Johar Utara Semarang

"Kalau kita ingin publik bisa mengakses informasi, ya sudah saatnya. Jadi yang bisa dibuka jangan ditutup-tutupi. Berikan informasi yang baik dan benar agar masyarakat bisa mengakses," kata Ganjar dalam rilis.

Akses informasi tersebut bisa berupa informasi vaksin, bantuan sosial, kesehatan, akses pendidikan, dan lainnya. Bahkan Ganjar secara tegas meminta kepada seluruh BUMD untuk membuka informasi dengan baik.

"Agar publik tahu bahwa BUMD-nya sudah transparan. Seandainya publik butuh bantuan terkait institusi itu bisa mendapatkan dengan mudah," terangnya.

Dalam paparannya juga, Ganjar menjelaskan beberapa inovasi dan kolaborasi keterbukaan publik dalam melakukan pelayanan publik.

Di antaranya mengenai inovasi tentang pembuatan sentra vaksin dan call center untuk memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan informasi dna pelayanan.

Selanjutnya ada aplikasi Sibina Cantik Bingit yang merupakan inovasi dari RS Margono Soekarjo Purwokerto. Selain untuk pelayanan dan manajemen kesehatan, melalui inovasi itu juga menghasilkan kolaborasi dengan BPJS untuk mengakomodir vaksinasi lansia.

"Berikutnya, inovasi dan kolaborasi terkait Satgas Oksigen yang dibuat untuk menanggulangi kesulitan oksigen pada saat pandemi Covid-19," ucapnya.

Selain itu juga ada Si Pelem Keprok, sistem informasi pelayanan kehumasan dan keprotokolan sehingga masyarakat bisa mengetahui kegiatan dan jumlah kunjungan di daerah tertentu dari Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah. 

Ganjar juga menjelaskan mengenai inovasi Rembug Desa yang dilakukan selama ini. Menurutnya, Rembug Desa menjadi ruang untuk bertemu dan menggali informasi langsung sampai tingkat desa. Selama pandemi ini beberapa kali Rembug Désa dilakukan secara daring.

Baca juga: Dealer Resmi Piaggio Vespa Hadir di Semarang, Sediakan Produk Skuter Legendaris dan Spare Part Asli

Baca juga: Polres Semarang Gelar Jalur Gesid Vaksinasi In The Night di Alun Alun Bung Karno

"Kami hanya ingin ada kesungguhan, informasi itu yang kami inginkan agar bisa diakses publik satu persatu. Tidak hanya dinas tetapi juga personilnya. Banyak cara mempublikasikan sekaligus mengedukasi, termasuk aktif menggunakan media sosial untuk sosialisasi dan memberikan informasi," tutur Ganjar. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved