Breaking News:

Berita Karanganyar

Juliyatmono Targetkan Capaian Vaksinasi Lebih dari 104 Persen Sebelum Hari Jadi Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono targetkan capaian vaksin dosis pertama lebih dari 104 persen.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Juliyatmono Targetkan Capaian Vaksinasi Lebih  dari 104 Persen Sebelum Hari Jadi Karanganyar
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mentargetkan capaian vaksin dosis pertama lebih dari 104 persen sebelum peringatan HUT ke-104 Kabupaten Karanganyar pada 18 November 2021 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Yuli sapaan akrabnya dalam rakor HUT ke-104 Karanganyar di Podang Setda Karanganyar, Senin (11/10/2021).

Dia menyampaikan, saat ini capaian vaksin dosis pertama di Kabupaten Karanganyar mencapai 76 persen.

"Kita harapkan Hari Jadi ke-104 itu ya harus bisa minimal 104 persen tanggal 18 November 2021,8" katanya kepada Tribunjateng.com.

Yuli optimis target tersebut dapat tercapai mengingat saat ini stok vaksin juga tidak mengalami kendala.

Dalam rangka meningkatkan capaian vaksinasi, dia meminta kepada Muspika supaya menyosialisasikan Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disease atau Covid-19. 

Dengan lebih massifnya sosialisasi terkait Perpres tersebut, menurutnya akan efektif menggugah masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

Pasalnya dalam Perpres tersebut penerima sasaran vaksin Covid-19 yang telah terdata dapat dikenakan sanksi administratif apabila tidak mengikuti vaksiansi. Kecuali bagi sasaran penerima vaksin yang tidak memnuhi kriteria.

Dia mencontohkan, dengan adanya sosialisasi Perpres tersebut di Desa Girilayu Kecamatan Matesih ternyata cukup efektif meningkatkan capaian vaksiansi.

"Di wilayah Matesih (kecamatan), hampir semua (desa) di atas 95 persen (capaian vaksinasi dosis pertama). Saya ingin itu disosialisasikan supaya masyarakat terpanggil," terang Yuli.

Apabila jumlah sasaran vaksin telah menipis, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan melakukan vaksiansi secara door to door setelah perangkat desa dan bidan melakukan pendataan sasaran. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved