Breaking News:

OPINI

OPINI DR Aji Sofanudin : Quo Vadis Brida Jawa Tengah

HIMPUNAN Peneliti Indonesia (Himpenindo) Jawa Tengah menggelar Webinar Dinamika BRIN dan BRIDA di Jawa Tengah, 25 September 2021.

tribunjateng/bram
Opini ditulis oleh Dr Aji Sofanudin, M.Si/Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang 

Oleh DR Aji Sofanudin

Pengurus Himpenindo Jateng

HIMPUNAN Peneliti Indonesia (Himpenindo) Jawa Tengah menggelar Webinar Dinamika BRIN dan BRIDA di Jawa Tengah, 25 September 2021. Acara ini menghadirkan narasumber Ketua Tim Transisi BRIN, Prakoso Bhairawa Putera dan Kabag Kelembagaan Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Abadi. Acara ini dihadiri oleh banyak peneliti, perekayasa, dosen dan SDM IPTEK lainnya. Para peserta tidak hanya dari Jawa Tengah, bahkah dari luar Jawa.

Kegiatan ini secara khsusus membincang perkembangan transformasi peneliti, perekayasa, dan SDM Iptek ke dalam BRIN dan BRIDA. Sebagaimana diketahui bahwa Gubernur Jawa Tengah telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 yang didalamnya mengatur tentang BRIDA. Kabarnya BRIDA di Jawa Tengah merupakan yang pertama ada di Indonesia.

Menurut Ahmad Abadi, Kabag Kelembagaan pada Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, dinamika pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) telah ada sejak arahan gubernur kepada Karo Organisasi (28/5/2021). Gubernur Jawa Tengah merespon secara cepat Perpres Nomor 33 Tahun 2021 dengan membentuk BRIDA. Meskipun, dengan munculnya regulasi baru, yakni Perpres Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perlu ada penyesuaian.

Kelahiran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan suatu keniscayaan. Meskipun mendapatkan penolakan dari beberapa pihak, Presiden Jokowi “keukeh” untuk tetap melakukan integrasi organisasi Litbang. Bahkan, Perpres Nomor 78 Tahun 2021 lebih menguatkan peran BRIN. Dalam pasal 3 perpres tersebut disebutkan “BRIN menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan secara nasional yang yang terintegrasi…”.

Dengan regulasi ini, BRIN tidak hanya menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang Litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) serta invensi dan inovasi. BRIN juga mendapatkan “wider mandate” sebagai penyelenggara ketenaganukliran (UU 10/1997) dan penyelenggara keantariksaan (UU 21/2013). Empat LPNK (LIPI, BPPT, BATAN, dan LAPAN) sudah terintegrasi, dan 44 Kementerian/Lembaga, pada bulan Oktober 2021 akan proses pemetaan SDM. Per 1 Januari 2022, diharapkan seluruh SDM Riset berada di bawah kendali Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dinamika BRIN Jawa Tengah

Mafhum bahwa UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional IPTEK yang mendasari Perpres BRIN mendapatkan gugatan di MK. Konon ada beda tafsir antara “pembuat UU/DPR” dengan “pelaksana UU/pemerintah” terkait makna “integrasi”. UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sinas IPTEK, khususnya pasal 48 ayat (1) digugat. Gugatan tersebut diajukan oleh peneliti dari Kementerian Hukum dan HAM, Eko Noer Kristiyanto dan anggota Dewan Riset Daerah DKI Jakarta Heru Susetyo. Permohonan uji materi tersebut telah didaftarkan dengan nomor perkara 46/PUU-XIX/2021 (Kompas, 22/9/2021).

Gugatan tersebut untuk menguji Pasal 48 ayat (1) UU No 11/2019 yang berbunyi “untuk menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta invensi dan inovasi yang terintegrasi dibentuk badan riset dan inovasi nasional”. Meskipun ada gugatan, faktanya proses integrasi terus berlangsung. Justru Presiden melalui perpres yang baru memberikan “wider mandate” kepada BRIN. Selain itu, melalui Perpres Nomor 78 Tahun 2021, khususnya Pasal 65 BRIN menjadi lembaga “superbody” yang dapat menarik seluruh anggaran, SDM, dan infrastruktur yang ada di Kementerian/Lembaga.

Selain BRIN, ada juga BRIDA. BRIN merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Sementara BRIDA merupakan organisasi yang dibentuk oleh pemerintah daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sendiri telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 18 dan 19 Tahun 2021.Pergub Nomor 18/2021 berisi perubahan atas pergub nomor 1 tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah. Sementara Pergub 19/2021 didalamnya mengatur tentang BRIDA.

Dalam Pasal 4, Pergub 19/2021 disebutkan bahwa BRIDA mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan serta invensi dan inovasi di daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan dan melaksanakan penyusunan rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan daerah di segala bidang kehidupan yang berpedoman pada nilai Pancasila.

Jika melongok ke belakang, kemunculan BRIN merupakan janji kampanye Presiden Jokowi. Janji kampanye tersebut kemudian dikuatkan dengan munculnya UU Sinas IPTEK. Sebagaimana pembangunan fisik/jalan tol yang supercepat, maka pembangunan nonfisik ini pun sangat cepat. Guna merealisasikan per 1 Januari 2022, seluruh SDM IPTEK terintegrasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, melalui surat Nomor: B/787/M.KT.01/2021 tanggal 26 Agustus 2021 telah menyetujui Organisasi dan Tata Kerja BRIN. Demikian juga telah terbit Peraturan BRIN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Riset dan Inovasi Nasional. Para pejabatnya pun konon sudah ditunjuk para Plt.

Mudah-mudahan kehadiran BRIN dan BRIDA dapat mempercepat hadirnya SDM unggul, menciptakan ekosistem riset berskala global, dan menciptakan fondasi ekonomi berbasis riset. BRIDA Jawa Tengah mampu menjadi bagian dari solusi untuk menerjemahkan amanah UU Sinas IPTEK, Perpres tentang BRIN, dan sesuai dengan tiga arah dan tujuh target yang dicanangkan Kepala BRIN. Berbagai persoalan Jawa Tengah dapat “diselesaikan” dengan hadirnya BRIDA Jawa Tengah. Harapan yang tinggi, mudah-mudahan ini menjadi doa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved