Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Dukung Pendaftaran Varietas Lokal Stevia, Si Manis Dari Tawangmangu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendukung pendaftaran varietas lokal tanaman stevia atau si manis dari Tawangmangu ke Pusat

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Kepala Kepala BPPTOOT Tawangmangu,Akhmad Saiku memberikan rekomendasi hasil kajian stevia ke Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendukung pendaftaran varietas lokal tanaman stevia atau si manis dari Tawangmangu ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian. 

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat acara advokasi rekomendasi kebijakan pentingnya pendaftaran varietas lokal stevia bersama Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPPTOOT) Tawangmangu di Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (15/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanaman stevia telah ditanam di wilayah Tawangmangu pada sekitar 1997 lalu. Kini tanaman tersebut ditanam oleh warga sekitar di wilayah Nglurah dan Kalisoro.

Kepala BPPTOOT Tawangmangu,Akhmad Saiku menyampaikan, Kabupaten Karanganyar memiliki banyak potensi tanaman obat satu di antaranya yakni stevia atau tanaman yang dapat menjadi bahan pemanis non-kalori. Oleh karena itu harus didaftarkan supaya sehingga tidak diklaim oleh daerah lain.

"Setelah didaftarkan ke PVTPP Kementan, kemudian dalam kegiatan penelitian berikutnya dapat dilakukan kajian multilokasi," katanya kepada Tribunjateng.com usai acara. 

Peneliti BPPTOOT Tawangmangu, Yuli Widiastuti menambahkan, tanaman stevia telah ditanam oleh warga Tawangmangu secara turun temurun. Selain itu ada indikasi tanaman tersebut telah ditanam di daerah lain untuk memenuhi kebutuhan industri.

Pasalnya stevia dapat dijadikan bahan untuk membuat pemanis alami non kalori Tanaman stevia dapat ditanam di dataran tinggi minimal 1.000 Mdpl.

"Nah itu yang harus segera kita lindungi jangan sampai yang sekarang sudah ditanam diklaim daerah lain," ucapnya. 

Oleh karena itu pihak BPPTOOT merekomendasikan kepada Pemkab Karanganyar supaya mendaftarkan varietas lokal itu ke kementerian. Sehingga melalui penelitian selanjutnya dapat dikembangkan lagi dengan membuat varietas unggulan. 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, akan mengusulkan varietas lain selain stevia supaya dapat terlindungi dan dapat dikembangkan lebih baik. 

"Kalau nanti masyarakat sudah tahu nilai ekonomisnya mereka akan dengan senang hati akan menanam stevia," ungkapnya. 

Lanjutnya, dinas pertanian akan membentuk kelompok tani khusus tanaman stevia sembari menunggu proses pendaftaran varietas lokal itu ke kementerian. (Ais).

Baca juga: Meski Minus Banyak Pemain Inti, PSIS Menang Meyakinkan atas Persik Kediri

Baca juga: Mobil Motor Dijual Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Jumat 15 Oktober 2021

Baca juga: Rumah Dijual Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Jumat 15 Oktober 2021

Baca juga: Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Purworejo Sabtu 16 Oktober 2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved