Breaking News:

Berita Kota Pekalongan

SMAN 2 Pekalongan Terapkan Scan Peduli Lindungi

Penerapan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi, mulai diterapkan di layanan-layanan public atau ditempat pusat keramaian seperti mall, bioskop

indra Dwi Purnomo
Siswi SMAN 2 Pekalongan saat melakukan scan barcode peduli lindungi 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Penerapan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi, mulai diterapkan di layanan-layanan public atau ditempat pusat keramaian seperti mall, bioskop ataupun pertokoan.

Kini, aplikasi Peduli Lindungi juga mulai diterapkan di dunia pendidikan, salah satunya di SMAN 2 Pekalongan yang menerapkan aplikasi tersebut.

Selgy Adinda Fasa (15) siswi kelas 10 SMAN 2 Pekalongan mengatakan, bahwa penggunaan scan barcode peduli lindungi ini tidak ada kendala.

"Penggunaannya tidak sulit kok, karena penerapannya hanya pakai aplikasi terus scan barcode," kata siswi kelas 10 SMAN 2 Pekalongan Selgy Adinda Fasa, Jum'at (15/10/2021).

Menurutnya, penerapan scan peduli lindungi diterapkan di sekolah ini sejak hari Senin (11/11/2021).

"Tidak ada kendala apapun dalam penerapan scan barcode peduli lindungi, terlebih di SMAN 2 Pekalongan juga menyediakan Wi-Fi dan memberikan subsidi paket internet untuk pelajar," ujarnya.

Ia berharap semoga ujicoba penerapan aplikasi ini bisa lancar dan dilakukan oleh semua pelajar di SMAN 2.

"Saya juga sudah vaksin dua kali, lalu harapannya pandemi Covid-19 segera berakhir dan pembelajaran tatap muka kembali normal," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Pekalongan Abdur Rozak mengatakan, ujicoba penerapan scan barcode peduli lindungi di lingkungan sekolah ini sebagai upaya membangun sistem pendidikan berskala sekolah, khususnya dalam pengembangan karakter agar bisa sesuai dengan kebijakan pemerintah di massa pandemi Covid-19.

"Penerapan scan barcode peduli lindungi di sekolah ini sudah dilakukan sejak tahapan simulasi pembelajaran tatap muka. Jadi, setiap siswa dan guru wajib scan barcode peduli lindungi sebelum masuk ke sekolah," kata Kepala Sekolah SMAN 2 Pekalongan Abdur Rozak.

Menurutnya dengan adanya aplikasi ini mendapatkan respon positif dari siswa-siswi, guru, dan orangtua siswa.

"Alhamdulilah 97 % pelajar di SMAN 2 Pekalongan sudah divaksin, hanya beberapa pelajar saja yang belum divaksin, dikarenakan saat pelaksanaan vaksinasi pelajar tersebut sakit," ujarnya. (*)

Baca juga: Terjadi Kebakaran Minimarket di Kota Semarang

Baca juga: Miggi Serahkan Donasi Syukuran Milad ke-2 ke Masjid At Taqwa Wonogiri

Baca juga: Anaknya Jadi Korban Kekerasan, Arum Harapkan Sekolah Ramah Anak di Kudus

Baca juga: Harga Cabai di Semarang Kembali Naik, Kini Jadi Rp 30 Ribuan Perkilogram

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved