Breaking News:

Berita Semarang

Ditagih PPh, Warga Semarang Ini Kaget Ada 2 Akun Rekening Atas Namanya Dipakai Transaksi Orang Lain

Data pribadi Whina Whiniyati di sebuah bank plat merah diduga bocor dan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Whina Whiniyati (kanan) didampingi tim kuasa hukum dari Law Office Hendra Wijaya & Partner memberikan keterangan kepada wartawan di Kedai Kopi "Law" Jalan Seroja III, Semarang Tengah, Sabtu (16/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Data pribadi Whina Whiniyati di sebuah bank plat merah diduga bocor dan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Pasalnya, tanpa sepengetahuan dan seizinnya, ada dua akun rekening atas namanya namun dipakai orang lain.

Kejadian itu diketahui saat warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang itu beberapa kali didatangi petugas pajak yang melakukan penagihan pajak penghasilan (PPh), sekitar Maret 2021 lalu.

"Saya kaget didatangi orang pajak yang nagih pajak penghasilan. Mereka mengkonfirmasi ada berapa cabang toko saya. Padahal saya tidak punya toko cabang," kata Whina, usai meminta bantuan hukum di Kedai Kopi "Law" Jalan Seroja III, Semarang Tengah, Sabtu (16/10/2021).

Karena merasa aneh, Whina pun mengkroscek ke pihak bank. Ia kembali dikejutkan dengan keterangan pegawai bank yang menyatakan bahwa ada 3 akun rekening atas namanya.

Padahal, seingatnya hanya ada 1 akun rekening saja dan itu pun hendak ditutup sejak 2009 lalu.

"Satu rekening milik saya itu cabang LIK. Sedangkan dua akun rekening lainnya cabang Pattimura. Yang cabang Pattimura itu yang dipakai orang lain," ungkapnya.

Dua akun rekening atas namanya diketahui masih aktif. Padahal, Whina tidak pernah membuat kedua akun rekening tersebut, apalagi menggunakannya.

"Saya terkejut dua rekening itu aktif dan ada transaksi tiap harinya. Rata-rata dalam sebulan ada transaksi sekitar Rp 600 juta sampai Rp 700 juta," tambahnya.

Karena merasa dirugikan, Whina pun meminta bantuan hukum ke Law Office Hendra Wijaya & Partner. Kuasa hukum Whina, Hendrikus Deo Peso mengatakan, penggunaan data dan akun rekening kliennya tersebut merupakan bentuk pencurian data, penyalahgunaan dokumen untuk penerbitan buku rekening yang dilakukan sebuah bank Cabang Pattimura Semarang.

"Kami telah melayangkan somasi kepada pihak bank untuk memberikan penjelasan mengenai perkara ini," katanya.

Hendrikus mempertanyakan bagaimana sistem bank tersebut dalam menjaga kerahasiaan data nasabah. Ia menduga, pihak bank tidak menerapkan sistem kehati-hatian sehingga data nasabah bisa dipergunakan orang lain tanpa izin.

"Bagaimana bisa bank sebesar itu bisa melakukannya. Bank tidak menjaga kerahasiaan data nasabah, itu perbuatan melawan hukum," tegasnya.

Hendrikus menegaskan, pihak bank diberikan waktu selama 7 hari untuk memberikan penjelasan dan menyelesaikan masalah tersebut. Hendrikus khawatir, data kliennya disalahgunakan oknum untuk perbuatan yang melanggar hukum.

"Jika dalam waktu 7 hari tidak ada tanggapan, kami akan menempuh upaya hukum baik perdata maupun pidana," ancamnya. (Nal)

Baca juga: Fokus : Tiga Buat Mahesa Jenar

Baca juga: 65 Pemancing Bersaing di Perairan Karimunjawa Jepara Rebut Total Hadiah Rp 25 Juta

Baca juga: Festival Kopi Muria Tingkatkan Perekonomian Desa Kajar

Baca juga: Perum Jasa Tirta Gelar Konservasi di Bendungan Kedung Ombo & Bendung Sidorejo

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved