berita video
Video Lestarikan Budaya Jawa, Anak-anak Semarang Rajin Belajar Gamelan
Balai pertemuan di RW 01 Keluarahan Kalipancur, Semarang dipadati anak-anak.
Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut berita video lestarikan budaya Jawa, anak-anak Semarang rajin belajar gamelan.
Balai pertemuan di RW 01 Keluarahan Kalipancur dipadati anak-anak.
Di sana, para bocah yang mayoritas berusia di bawah 10 tahun diajari memainkan gamelan dua kali dalam satu bulan.
Saat memainkan alat musik tradisional itu, tangan-tangan mungil para bocah meliuk-liuk.
Meski belum lama belajar, namun seolah mereka sudah mahir dalam mengombinasikan nada dari sejumlah alat musik jenis pukul tersebut.
Satu, dua, tiga, melalui instruksi sang pelatih, musik pun bergema memenuhi gedung pertemuan yang tak begitu besar tersebut.
Walaupun kurang senada dalam hal tempo musik, tapi anak-anak tetap berusaha menyeiramakan ketukan.
Grub gamelan yang berlatih di gedung pertemuan itu, merupakan satu di antara grub gamelan anak-anak yang tersisa di Kota Semarang.
Dengan jargon “Nguri-nguri Budaya Jawa” tradisi tersebut tetap eksis di tengah masifnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak.
Gamelan yang digunakan dalam latihan merupakan alat milik warga RW 01 yang sudah ada sejak lama.
Didik Sutardi Pembina grub gamelan menjelaskan, latihan di balai pertemuan RW 01 baru dilakukan 2020 lalu.
“Kami juga baru merintis grub ini dengan nama Laras Budaya Bumi Pertiwi pada 14 Maret 2021,” jelas Didik yang juga pengajar kelas VI di SD Islam Siti Sulaechah 01 Semarang itu, Minggu (17/10/2021) sore.
Dalam latihan, anak-anak yang tergabung di grub gamelan Laras Budaya Bumi Pertiwi nampak semangat.
Latihan memainkan gamelan tersebut digelar dari pukul 16.00 WIB hingga menjelang ibadah Shalat Magrib.
“Latihan bersama anak-anak saya rintis karena keprihatinan akan budaya Jawa khusunya karawitan,” papar Didik.