Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Munas Alim Ulama PPP di Jateng Jajaki Dukungan Capres, Hanya Ganjar yang Tak Hadir

Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Semarang merumuskan 19 poin yang terbagi dalam lima bab. Mulai dari persoalan agama, sosial eko

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Istimewa/dok. DPW PPP Jateng
Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Steering Committee Munas Alim Ulama PPP, KH Haris Shodaqoh (tengah) didampingi Ketua Majeli Syariah DPP PPP KH Musthofa Aqiel Siroj (kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Semarang merumuskan 19 poin yang terbagi dalam lima bab. Mulai dari persoalan agama, sosial ekonomi, hingga politik.

Selain itu, Munas yang diadakan di Ponpes Fadhlul Fadhlan Kota Semarang ini juga sebagai ajang untuk menimang-nimang siapa siapa kandidat Capres yang akan didukung pada 2024 mendatang.

Ada empat gubernur yang diundang di acara tersebut.

Semuanya memiliki hasil tinggi dalam sejumlah survei terkait pemilihan presiden 2024.

Keempatya yakni Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jabar, Ridwan Kamil; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

"PPP sedang menimbang calon, kami saring. Mana yang terbaik," kata Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Steering Committee Munas Alim Ulama PPP, KH Haris Shodaqoh, dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Namun dari empat gubernur, hanya Ganjar Pranowo yang tidak hadir.

Tak ada yang mewakili atas undangan tersebut.

"Husnudhon saja, mungkin sedang berhalangan. Jangan diartikan yang tetek bengek," katanya.

Menurutnya, untuk melakukan pendekatan dan penjajakan tak hanya di acara tersebut saja.

Bisa juga dilakukan di lain kesempatan dengan cara bertemu secara langsung.

PPP akan memilih calon yang sesuai napas perjuangan partai.

Soal napas partai, Munas Alim Ulama tersebut memutuskan ketetapan yang terdiri dari 4 Bab dan 19 poin.

Lima bab tersebut terdiri dari penguatan jati diri organisasi dan anggota, moderasi PPP dalam politik, PPP sebagai rumah ulama dan istana umat, Perjuangan PPP di ranah legislasi serta kepemimpinan nasional.

"PPP ingin mempertegas jati diri dalam berpolitik. Khitoh partai  ini diperjelas dalam munas. Dengan munas ini insyaallah PPP punya pegangan kuat yang dipertegas, diperkuat dengan persetujuan para jemaah, semua sepakat," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved