Breaking News:

Guru Berkarya

Kreativitas Pembelajaran Tolak Peluru dengan Media Barang Bekas

Guru tidak hanya dituntut menguasai materi bahan ajar tetapi harus juga memiliki semangat, kreatif, inovatif dalam pembelajaran.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Galih Adi Widodo SSi, Guru SMPN 1 Tayu Kab. Pati 

Oleh: Galih Adi Widodo SSi, Guru SMPN 1 Tayu Kab. Pati

UNDANG-UNDANG no 14/2005 tentang Guru dan Dosen pada  pasal 20 menyatakan bahwa guru berkewajiban merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta mengevaluasi hasil pembelajaran. Selanjutnya Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan juga mengamanatkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik berpartisipasi aktif.

Untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu bagi para Guru tidak hanya dituntut menguasai materi bahan ajar tetapi harus juga memiliki semangat, kreatif, inovatif dalam pembelajaran, termasuk didalamnya pembelajaran atletik nomor tola peluru di SMP.

Kondisi sekolah yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada yang sarana dan prasarana lebih lengkap dibandingkan dengan sekolah yang lainnya. Dengan kondisi seperti itu terkadang kita dituntut untuk kreatif  dalam pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan lancar.

Untuk pembelajaran atletik kondisi seperti itu tidak perlu dirisaukan. Dalam kondisi apapun, proses pembelajaran akan tetap bisa dijalankan selama guru mempunyai keinginan untuk maju.

Supaya tidak timbul persepsi bahwa nomor tolak peluru sebagai olahraga yang berat dan membahayakan, maka diperlukan bentuk pembelajaran dengan menggunakan Media Inovatif peluru yang dimodifikasi dari “Bola Plastik, Batu dan Kertas Bekas”. Cara ini memungkinkan seluruh siswa dapat mengenal dan melakukan teknik tolak peluru gaya  samping dengan benar.

Adapun cara pembuatannya, langkah pertama menyiapkan kertas, kemudian direndam dalam air. Cari dan ambil batu sebesar satu genggam, dipilih yang agak bulat.

Langkah kedua yaitu menyiapkan bola plastik bekas sebesar peluru yang sebenarnya dan menyiapkan lem plastik, tenner dan cat warna hitam. Ketiga, setelah semua bahan sudah dipersiapkan, ambil bola plastik kemudian dibelah/dibuka kurang lebih sepertiga bola.

Kemudian ambil batu dan bungkus dengan kertas bekas hasil rendaman dan masukkan ke dalam bola yang sudah dibelah sampai bola plastik tersebut terisi penuh. Lalu ambil lem tembak, rekatkan belahan bola tadi dengan menggunakan lem tersebut.

Agar bola tadi menyerupai peluru yang sebenarnya, bola dicat menggunakan cat warna hitam. Setelah kering peluru modifikasi siap digunakan.

Pada dasarnya peluru yang dibuat ini penggunaannya sama dengan peluru yang sebenarnya. Adapun penggunaannya adalah untuk melakukan tehnik tolak peluru gaya samping mulai dari cara memegang peluru, tehnik mau menolak, cara menolak, dan gerak ikutan.

Sehingga dihasilkan kemampuan untuk memahami dan mempraktikkan tehnik tolak peluru gaya samping dengan baik dan benar. Tanpa dibayangi rasa takut dan berat sehingga tercipta rasa aman dan menyenangkan dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan sarana yang ada di lingkungan siswa dapat diperlukan untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam hal atletik nomor tolak peluru sarana lingkungan yang digunakan berupa bola plastik berisi batu dan kertas bekas sangat berguna untuk dimanfaatkan menjadi media dalam pembelajaran tolak peluru.

Penggunaan media ini akan mempermudah siswa dalam melakukan tehnik tolak peluru gaya samping. Jadi siswa lebih percaya diri dan aktif dalam melakukan proses pembelajaran tolak peluru gaya samping pada khususnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved