Pancasila

Silaturahmi Menkopolhukam, Rektor Undip Contohkan Implementasi Pancasila Lewat Honor Guru PAUD

Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Yos Johan Utama presentasi cara menerapkan Pancasila ke Menkopolhukam Mahfud MD.

istimewa
Tangkapan layar Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Yos Johan Utama. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Yos Johan Utama mengatakan Pancasila bagi civitas akademika Undip tidak hanya sekedar slogan yang banyak terpampang.

Pancasila bagi kalangan Undip yakni sejahtera. Hal itu disampaikan Yos saat acara silaturahmi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD bersama senat akademik dan dewan profesor di Undip, Kamis (21/10/2021).

Ia menceritakan guru pada lembaga pendidikan anak usia dini atau PAUD yang didirikan Undip memiliki kesejahteraan dibandingkan sekolah PAUD lainnya.

"Pancasila itu sejahtera. Guru PAUD di tempat lain mungkin dibayar Rp 500 ribu perbulan, ada yang mungkin Rp 750 perbulan. Saat pertama kali mau didirikan, saya disodori proposal, di situ ditulis guru dibayar Rp 800 ribu perbulan. Saya berontak," kata Yos.

Saat disodori proposal yang berisi gaji guru yang dinilai terlalu rendah, pihaknya merasa tidak pantas memberikan gaji yang terlalu kecil.

Meskipun di tempat lain bayaran guru PAUD lebih rendah dari angka di proposal yang disodorkan kepadanya.

"Saya cuma berpikir, bagaimana mendapatkan barokah dari seorang guru namun nasib guru tidak diperhatikan. Jangan berbisnis dengan Undip kalau anda menginjak hak orang lain, berikan honor guru PAUD itu yang pantas. Akhirnya, kami berikan Rp 4 juta. Itu Pancasila buat Undip itu, memberikan hak kepada yang berhak,"  tandasnya.

Pendirian PAUD di Undip, kata dia, bukan untuk kepentingan komersialisasi. Melainkan untuk memfasilitasi pegawai dan dosen yang mempunyai anak balita.

Pendirian PAUD ini belajar dari adanya kejadian dua putra dan putri pegawai Undip yang dibunuh oleh pacar pembantunya di rumah ketika sang orangtua bekerja.

Implementasi Pancasila yang lain di Undip yakni banyaknya perawat di klinik yang dikelola Undip dibayar tidak pantas, sekitar Rp 1 juta perbulan.

"Bagaimana kita menunjukan Pancasila ketika kita menginjak hak orang lain. Mereka harus mendapatkan hak sesuai haknya," katanya.

Begitu juga dengan mahasiswa yang mendapatkan subsidi uang semester. Prof Yos memberikan contoh di Fakultas Kedokteran yang persemester membayar Rp 22 juta, hanya ada yang membayar Rp 500 ribu karena mendapatkan subsidi.

"Kalau hitungan bisnis, mahasiswa yang bayar Rp 500 ribu ini mungkin nggak boleh lihat saat praktik bedah, dia hanya melihat dari belakang, cuma membayangkan latihan bedah. Itu tidak kami lakukan. Kami berikan yang sama. Karena mereka semua bangsa Indonesia," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Undip merupakan banteng dan bentengnya Pancasila.

"Ini jadi dasar kami. Kebarokahan Undip berkaitan dengan Pancasila, memberikan hak kepada orang lain dan menghindari yang bathil," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved