Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Ngaji Budaya UIN Walisongo: Haflah Maulid Rasul Hadirkan Letto & Kiai Kanjeng

UIN Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
NGAJI BUDAYA: Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya: Haflah Maulid Rasul di Auditorium Kampus 3 (2/10/2025). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI dan UIN Walisongo Semarang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan 1 dekade Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). (Dok UIN Walisongo) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya: Haflah Maulid Rasul di Auditorium Kampus 3 (2/10/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI dan UIN Walisongo Semarang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan 1 dekade Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Acara digelar meriah dengan penampilan spesial dari grup musik Letto dan Gamelan Kiai Kanjeng, menghadirkan harmoni antara seni, budaya, dan nilai-nilai Islam.

Kehadiran ribuan civitas akademika, tokoh agama, dan masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi dalam merawat tradisi selawat sekaligus memperkuat budaya Islam di tengah arus modernitas.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat pemahaman budaya masyarakat sekaligus mengembangkan nilai-nilai toleransi.

“Acara ini kerja sama antara Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI dengan UIN Walisongo Semarang, yang kebetulan bersamaan dengan perayaan 1 dekade FISIP."

"Kegiatan ini penting karena meningkatkan pemahaman budaya masyarakat dan mengembangkan toleransi."

"Kita belajar dari Sunan Kudus yang tidak menyembelih sapi untuk menghargai umat lain,” ujarnya.

Baca juga: 29 Tahun Mengabdi, Prodi BPI UIn Walisongo Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Unggul

Menurut Prof. Nizar, UIN Walisongo Semarang berkomitmen menjadikan ruang akademik tidak hanya sebagai tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium nilai budaya Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian peringatan Maulid Nabi yang diinisiasi Bimas Islam.

“Pesan kami adalah pesan Pak Menteri Agama, beliau sering mengatakan umat Islam itu makin jauh dari ajaran agamanya."

"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menguatkan kembali kedekatan umat dengan nilai-nilai Islam yang otentik,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Walisongo Semarang yang konsisten menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam menghidupkan tradisi keislaman yang selaras dengan budaya Nusantara.

Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, mengungkapkan bahwa agama dan budaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam dakwah.

“Relasi antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved