Berita Video
Video Angin Puting Beliung Terjang 6 Desa di Slawi Ratusan Rumah Rusak
Bencana alam angin puting beliung merusak setidaknya ratusan rumah warga baik rusak ringan, sedang, dan berat di enam Desa wilayah Kecamatan Jatinegar
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut ini video angin puting beliung terjang 6 desa di Slawi ratusan rumah rusak.
Bencana alam angin puting beliung merusak setidaknya ratusan rumah warga baik rusak ringan, sedang, dan berat di enam Desa wilayah Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Jumat (22/10/2021) kemarin.
Enam Desa yang terdampak angin puting beliung yaitu Desa Cerih, Desa Sumbarang, Desa Kedungwungu, Desa Penyalahan, Desa Argatawang, dan Desa Gantungan.
Menurut salah seorang warga yang rumahnya turut mengalami kerusakan, Widodo mengungkapkan, pada saat kejadian cuaca gerimis dan tiba-tiba langsung terjadi angin besar kemudian langsung merusak atap rumah warga.
Beberapa ada yang rusak parah tapi ada juga yang hanya genteng bergeser sehingga masih bisa dibetulkan saat itu juga.
Namun, warga Desa Cerih ini menyebut di sekitar rumah nya banyak pepohonan yang tumbang dan menimpa rumah warga.
"Kalau detail nya berapa rumah yang rusak saya tidak tahu jumlah pastinya, namun kalau di sekitar rumah saya ada dua rumah yang rusak berat sisanya rusak di bagian atap," ungkap Widodo, pada Tribunjateng.com, Sabtu (23/10/2021).
Pasca kejadian, baik warga, pemerintah desa, relawan dari BPBD, PMI, dan lain-lain langsung membantu terutama rumah yang mengalami kerusakan ataupun pohon tumbang.
Sementara itu, Kepala Desa Cerih Ali Mashar menjelaskan, sejauh ini sesuai data yang ia terima kondisi rumah yang mengalami rusak berat sekitar 30 rumah.
Adapun yang mengalami kerusakan ringan dan sedang mencapai angka ratusan rumah.
Khusus di Desa Cerih sendiri, menurut Ali dari 18 RT yang tidak terkena atau tidak terdampak hanya dua RT saja.
"Kalau yang rusak ringan sampai sedang mencapai ratusan atau sekitar 200 lebih rumah warga. Sedangkan yang rusak berat itu ada yang karena rumahnya terbawa angin, ada juga yang tertimpa pohon-pohon besar," jelasnya.
Ditanya apakah ada korban jiwa atau yang mengalami luka-luka, Ali mengaku tidak ada korban jiwa sama sekali.
Sedangkan untuk penanganan pasca bencana, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan masih dengan cara swadaya masyarakat dibantu relawan.
Sementara rumah yang mengalami kerusakan berat, pihak desa menunggu bantuan dari pihak lain.