Berita Nasional
Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air, Garuda Indonesia Segera Tutup?
PT Pelita Air Service (PAS) telah disiapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggantikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Pelita Air Service (PAS) telah disiapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggantikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA.
PT Pelita Air Service (PAS) nantinya akan beroperasi sebagai maskapai berjadwal nasional.
Hal itu disiapkan untuk mengantisipasi apabila restrukturisasi dan negosiasi yang sedang dijalani oleh Garuda tak berjalan mulus.
Baca juga: Garuda Indonesia Potong Gaji Karyawan 30-50 Persen
Baca juga: Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Independen Garuda Indonesia, Netizen Protes
Baca juga: Alasan Yenny Wahid Mundur dari Jabatan Komisaris Garuda Indonesia Terungkap
"Kalau mentok ya kita tutup (Garuda), tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara karena nilai utangnya terlalu besar,’" kata Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo dilansir dari Antara, Minggu (24/10/2021).
Menurut Tiko, panggilannya, progres negosiasi dan restrukturisasi utang Garuda Indonesia dilakukan dengan seluruh lender, lessor pesawat, hingga pemegang sukuk global, melibatkan tiga konsultan yang ditunjuk Kementerian Negara BUMN.
Meskipun demikian, negosiasi dengan kreditur dan lessor masih alot dan membutuhkan waktu yang panjang.
Salah satu alasannya, pesawat yang digunakan Garuda Indonesia dimiliki puluhan lessor.
Tiko juga menilai opsi penutupan Garuda Indonesia tetap terbuka meski berstatus sebagai maskapai flag carrier.
Alasannya, saat ini sudah lazim sebuah negara tidak memiliki maskapai yang melayani penerbangan internasional.
Dia pun beralasan meskipun Garuda Indonesia bisa diselamatkan, nyaris mustahil Garuda Indonesia bisa melayani lagi penerbangan jarak jauh, misalnya ke Eropa.
Oleh karena itu, untuk melayani penerbangan internasional, maskapai asing akan digandeng sebagai partner maskapai domestik.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mendukung langkah yang diambil Kementerian BUMN dengan opsi penutupan maskapai Garuda Indonesia apabila negosiasi dengan para lender, lessor pesawat, hingga pemegang sukuk global gagal dilakukan.
Evita mengatakan jika negosiasi berjalan alot dan kemungkinan berakhir gagal, maka tidak ada pilihan lain, kecuali Kementerian BUMN harus menyiapkan maskapai penerbangan Pelita Air atau maskapai lain sebagai pengganti.
"Saya menilai penyiapan maskapai penerbangan lain untuk menggantikan Garuda Indonesia sebagai antisipasi dari sangat seriusnya situasi saat ini," kata Evita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/desain-masker-pada-badan-pesawat-garuda-indonesia.jpg)