Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Suksesi Pura Mangkunegaran, Ada Gelagat Persaingan antara Paundra dan Bhre?  

Suksesi pemimpin di Puro Mangkunegaran belakangan menghangat. GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara yang merasa disepelekan. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Pura Mangkunegaran Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Suksesi pemimpin di Puro Mangkunegaran belakangan menghangat. 

Hal itu menyusul adanya curhatan salah seorang kandidat penerus Mangkunegara IX, yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara yang merasa disepelekan. 

Hal itu diduga adanya persaingan tidak sehat untuk menjadi penerus tahta penerus Pangeran Sambernyawa di Puro Mangkunegaran. 

Curhatan Paundra di akun Instagram pribadinya @gphpaundrakarna1 ini membuat publik menduga ada persaingan yang semakin meruncing dan keras antara Paundra dan adik tirinya, Bhre sebagai Mangkunegara X. 

Saat ini, publik dihadirkanadanya tiga sosok sebagai kandidat pemimpin Pura Mangkunegaran. 

Baca juga: Bermodalkan Hobi Menulis, Farid Warga Kaliwungu Kendal Genapkan Karya 14 Buku

Baca juga: Coach I Putu Gede Harap Tim Asuhannya Tampil All Out Saat Hadapi Dewa United Senin Besok

Pertama, GPH Paundrakarna yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan istri Sukmawati Soekarnoputri. 

Kedua, GPH Bhre Cakrahutomo yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan GKP Prisca Marina. 

Dan, ketiga adalah cucu Mangkunegara VIII yang juga cucu Pahlawan Nasional Moh Yamin, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Roy Rahajasa Yamin. 

Belakangan ini, nama Roy memang sering disebut sebagai jalan tengah bila persaingan Paundra dan Bhre semakin keras. 

Apalagi, di dalam Pura Mangkunegaran ada tradisi penerus trah Pangeran Sambernyawa bukan putra langsung, bisa juga cucu dari Mangkunegara sebelumnya. 

Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Tunjung W Sutirta, saat dikonfirmasi Sabtu (23/10/2021) mengatakan cucu Mangkunegara VIII, KRMH Roy Rahajasa Yamin bisa saja tampil sebagai jalan tengah. 

Apalagi dalam historis riwayat suksesi Pura Mangkunegaran sebagaimana terjadi pada saat Mangkunegara I sebelum turun tahta sudah menunjuk cucunya untuk calon penerus tahta Pura Mangkunegaran

Memang terkait dengan pergantian kepemimpinan KGPAA Mangkunegara IX masih menjadi teka-teki. 

Hal ini karena saat Paundrakarna lahir, sang ayah GPH Sudjiwo Kusumo masih berstatus sebagai pangeran. 

Sementara itu, Bhre Cakrahutomo lahir dari istri berstatus permaisuri atau saat GPH Sudjiwo Kusumo telah menjadi penguasa Istana Pura Mangkunegaran. 

Baca juga: Pilih Tidur di Halaman Rumah Pakai Tenda, Warga Dukuh Gempol Ambarawa Semarang Risau Gempa Susulan

Baca juga: Mas dan Mbak Duta Wisata Pekalongan Terpilih, Wali Kota Aaf: Jangan Sombong dan Tetap Rendah Hati

Peliknya terkait pengganti sosok pimpinan di Pura Mangkunegaran ini menyebabkan hasil final akan tergantung pada keputusan keluarga inti. 

Keluarga inti di Pura Mangkunegaran atau para sesepuh yang berhak menentukan penerus selanjutanya. 

Di antaranya permaisuri Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri (GKP) Prisca Marina Yogi Supardi dan dua saudara Mangkunegara IX yakni Bendara Raden Ajeng (BRAj) Retno Satuti Rahadiyan Yamin dan BRAj Retno Rosati Hudiono Kadarisman. 

“Tinggal tiga itu. Ibu Satuti sebagai saudara kandung tertua almarhum dan Ibu Rosati, adiknya, serta permaisuri. Mereka akan berembuk, siapa kira-kira dari tiga kandidat adipati yakni Gusti Paundra, Gusti Bhre, dan KRMH Roy Rajasa Yamin yang mendapat pulung jadi penguasa Pura Mangkunegaran," ucap seseorang di lingkaran dalam Istana Mangkunegaran yang enggan disebut namanya. 

Sementara itu, Pegiat Sejarah dan Budaya Solo Raya, Surojo mengatakan bila dilihat dari silsilah pergantian di Pura Mangkunegaran, mulai Mangkunegara II hingga Mangkunegoro IX selalu berubah sesuai dengan situasi. 

Suksesi di Pura Mangkunegaran tidak selalu dipegang atau menurun kepada anaknya. 

Baca juga: Perhompedin: Pasien Kanker Boleh Divaksin Covid-19, Ini Ketentuan yang Harus Diikuti

Baca juga: Berwisata di Semarang Kembali Bergairah, Hutan Tinjomoyo Jadi Pilihan Jalan-jalan di Tempat Asri

Artinya, beberapa keluarga keturunan Mangkunegaran memiliki kesempatan untuk menjadi penguasa atau orang nomor satu di Pura yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa atau KGPAA Mangkunegara I. 

"Dalam suksesi di Pura Mangkunegaran tidak mutlak harus putra mahkota dari Mangkunegara sebelumnya,” ucapnya. 

Dia menilai, Pura Mangkunegaran merupakan sebuah kerajaan catur sagotro dinasti Mataram Islam yang demokratis. 

Hal ini dilihat dari pola suksesi yang terjadi sejak Mangkunegara II hingga Mangkunegara IX. 

Pemilihan Penguasa Pura Mangkunegaran selalu menerapkan pola situasional sehingga tidak bisa ditebak siapa penerus berikutnya. 

“Diawali dari Adipati Mangkunegara II, dia ini merupakan cucu Adipati Mangkunegara I, jadi bukan anaknya langsung,” terangnya. 

Kemudian Adipati Mangkunegoro III dan Adipati Mangkunegoro IV. Keduanya sama-sama cucu dari Mangkunegara II,” ujarnya. 

Perubahan pola terjadi dalam suksesi Mangkunegara V, yang dijabat oleh anak dari Adipati Mangkunegara IV. 

“Kemudian Adipati Mangkunegara VI, yang menjabat adalah adik dari Adipati Mangkunegaera V. Di sini beda lagi polanya,” terangnya. 

Sementara, Mangkunegara VII dan Mangkunegara VIII sama-sama anak dari Mangkunegara V. 

Baca juga: Dengan Prokes Ketat, Wisata Kuliner Minggon Jatinan Batang Kembali Dibuka

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Terserempet Kereta di Kaliwungu Kendal, Kondisi Mengenaskan

Dia berpendapat bila penerus Penguasa Mangkunegaran bakal dipilih sesuai dengan kebutuhan zaman, bukan kebutuhan kelompok.

“Ada beberapa kandidat sebagai penerus tahta Pura Mangkunegaran. Mereka adalah Gusti Paundra, Gusti Bhre, dan KRMH Roy,” tandasnya. (*) 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved