Breaking News:

Berita Semarang

Perhompedin: Pasien Kanker Boleh Divaksin Covid-19, Ini Ketentuan yang Harus Diikuti

Masih ada kekhawatiran dari masyarakat terutama yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih ada kekhawatiran dari masyarakat terutama yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Di antaranya mereka yang memiliki penyakit kanker.

Untuk mengajak pasien kanker agar mau divaksin, Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Semarang bersama Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng melaksanakan vaksinasi covid massal untuk penderita kanker di Balairung UPGRIS, Minggu (24/10/2021).

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik perwakilan dari Perhompedin Semarang, Mika Lumban Tobing menegaskan bahwa penderita kanker tidak dilarang untuk menerima suntikan vaksin covid.

Baca juga: Lawan PSCS Cilacap Pekan Depan, Pemain Persis Solo Irfan Jauhari Pulih, Beto Cedera

Baca juga: Dengan Prokes Ketat, Wisata Kuliner Minggon Jatinan Batang Kembali Dibuka

Baca juga: Sinopsis Lengkap Drakor Left Handed Wife Drama Korea Dibintangi Lee Soo Kyung dan Kim Jin Woo

"Pada dasarnya penderita kanker layak dan bisa divaksinasi," kata Mika saat meninjau vaksinasi kepada penderita kanker di Balairung UPGRIS.

Namun demikian, lanjutnya, ada sejumlah ketentuan yang harus dilakukan penderita kanker sebelum divaksin.

Ketentuan tersebut terkait dengan kondisi imunitas dan kondisi penyakitnya.

Misalnya penderita yang sedang tidak dalam kondisi imunitas turun atau tidak sedang menjalani kemoterapi, sebenarnya tidak berbahaya.

Seperti diketahui, ada beberapa jenis pengobatan kanker semisal kemoterapi, radioterapi, transplantasi sumsum tulang, stem cell, dan imunoterapi yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh.

"Penderita kanker yang tidak dalam proses kemoterapi dan keadaannya layak divaksinasi, itu bisa. Lalu penderita yang tidak sedang mengkonsumsi obat bukan kemo, tapi masuk dalam kelompok target, itu bisa divaksinasi," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved