Breaking News:

Berita Kudus

Pemkab Kudus Masih Kerja Keras Tingkatkan Capaian Vaksinasi Lansia

Capaian vaksinasi untuk lansia di Kabupaten Kudus baru mencapai 35,4 persen dari target. Untuk itu, pemerintah kabupaten masih berusaha

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Capaian vaksinasi untuk lansia di Kabupaten Kudus baru mencapai 35,4 persen dari target. Untuk itu, pemerintah kabupaten masih berusaha meningkatkan capaian target vaksinasi.

"Untuk vaksinasi lansia saat ini capaiannya 35 persen. Vaksinnya harus Sinovac, sedangkan Sinovac ini sudah habis semua," kata Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (26/10/2021).

Dari data Dinas Kesehatan Kudus, total target vaksinasi yang menyasar lansia yakni sebanyak 71.098 lansia. Sampai saat ini baru 25.197 lansia yang sudah divaksin dosis pertama atau 35,4 persen. Sementara untuk dosis kedua baru 11.577 atau 16,3 persen.

Hartopo melanjutkan, masih rendahnya capaian vaksinasi untuk lansia itu menjadi satu di antara penyebab Kudus masih bertengger di level 3 PPKM. Dia mengaku, pihaknya juga masih terus menyosialisasikan akan pentingnya vaksinasi.

"Kami setiap ada sosialisasi untuk cukai mesti sekalian untuk sosialisasi (vaksinasi) lansia. Bagi yang punya kakek, bapak segera dimotivasi. Ketika (sudah vaksin)tertular tidak ada gejala yang berat. Harapannya dari pandemi jadi endemi," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, indikator dalam penetapan level PPKM ada beberapa poin. Di antaranya kasus aktif Covid-19, kasus kematian, keterisian rumah sakit, 3 T (testing, tracing, treatment), mobilisasi, dan vaksinasi. Kata Hartopo dari beberapa poin tersebut yang susah dicapai yakni mobilitas dan vaksinasi.

"Mobilitas jelas tidak bisa. Karena kudus sudah kota industri tidak mungkin mencapai mobilitas 50 persen. Juni parah-parahnya ditekan masih mobilitas 70 persen. Sekarang sudah 90 persen. Kemudian ini yang kami genjot vaksinasi," kata dia.

Hartopo berharap, sebelum akhir tahun posisi Kudus dalam PPKM turun level. Untuk itu, katanya, pihaknya terus menggenjot vaksinasi. Termasuk upaya jemput bola dan penempatan petugas Disdukcapil di sentra vaksinasi. Ketika ada masalah NIK bagi warga yang hendak vaksin, bisa langsung tertangani. (*)

Baca juga: Not Angka Pianika Bruno Mars It Will Rain To Realize What We Used To Have

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas U23 Indonesia Vs Australia 2 Pemain PSIS Semarang Jadi Benteng Garuda

Baca juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 22 dan Cek Status Pendaftaran

Baca juga: BERITA LENGKAP : Harga PCR Jadi Rp 300 Ribu, Ini Kata Luhut Binsar Pandjaitan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved