Breaking News:

Berita Karanganyar

Kasus Demam Berdarah Dengue di Karanganyar Meninggi, Pemberantasan Sarang Nyamuk Digencarkan

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melalui Puskesmas Karanganyar meluncurkan gerakan serentak gerakan lenyapkan sarang nyamuk

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menandatangani komitmen gerakan Sergap Nyamuk di Aula Kelurahan Jungke Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melalui Puskesmas Karanganyar meluncurkan gerakan serentak gerakan lenyapkan sarang nyamuk (Serap Nyamuk) di Balai Kelurahan Jungke Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/10/2021). 

Berdasarkan data yang dihimpun dari DKK Karanganyar, tercatat ada sebanyak 235 kasus DBD dan 2 kematian akibat DBD hingga pekan ke-40.

Baca juga: Dua Oknum Polisi Ditangkap Satgas Nemangkawi, Diduga Jual Amunisi pada KKB Papua

Baca juga: Dituduh Aniaya Mertua Yolanda Hadid, Zayn Malik dan Gigi Hadid Dikabarkan Putus

Baca juga: Potret Ngeteh Sri Mulyani dan Retno Marsudi di Roma Italia Jelang KTT G20

Kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu, Kebakkramat II, Jaten II dan Karanganyar. Sedangkan kasus kematian terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I dan Gondangrejo.

Kasi P2P DKK Karanganyar, Winarno menyampaikan, Kecamatan Karanganyar menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori kelurahan endemis DBD.

Adapun secara keseluruhan di Kabupaten Karanganyar terdapat sekitar 50-an desa endemis DBD. 

Wilayah yang dikategorikan menjadi desa/kelurahan endemis itu manakala terdapat kasus DBD selama 3 tahun berturut-turut di satu wilayah.

Adanya Sergap Nyamuk menjadi satu upaya untuk mencegah munculnya kasus DBD.

"Ini salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Puskesmas Karanganyar dalam rangka gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), untuk menekan kembang biak nyamuk supaya tidak menjadi vektor DBD," katanya kepada Tribunjateng.com usai acara launching.

Dia menuturkan, efektifnya Sergap Nyamuk dapat diketahui dari hasil pemantauan angka bebas jentik nyamuk secara berkala.

Lanjutnya, angka bebas jentik nyamuk itu minimal 95 persen.

Sehingga kegiatan PSN ini harus dilakukan serentak, terjadwal dan berkesinambungan. 

"Gerakan ini diharapkan jadi budaya masyarakat. Membersihkan lingkungan mulai dari rumah masing-masing, dalam rumah maupun luar. Yang sering terlewatkan itu tempat penampungan air di kulkas, dispenser dan barang tidak terpakai di luar," jelasnya. 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, saat ini capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Karanganyar sudah mencapai 80 persen.

Baca juga: Jadwal MotoGP Porugal, Marquez Bisa Saingi Jumlah Podium Quartararo Tapi Tak Bisa Rebut Gelar Juara

Baca juga: Not Angka Pianika Armada Pemilik Hati Harus Bagaimana Ku Mengungkapkannya

Baca juga: Lantik Enam Kades PAW, Bupati Pati Haryanto Ingatkan Sikap Amanah dalam Mengemban Tugas

Selain mempercepat vaksinasi dalam upaya penanganan Covid-19, dia meminta supaya masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar untuk mencegah munculnya kasus DBD.

"Ini (Sergap Nyamuk), upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat untuk menghindari munculnya penyakit," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved