Berita video
Video Budidaya Kelapa Kopyor di Ngagel Pati Bikin Petani Lain Minat Belajar
Potensi agrowisata kelapa kopyor yang dimilik Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, menjadi daya tarik tersendiri bagi para petani asal Daerah Istimewa Yo
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq
Pemupukan harus maksimal saat pohon kelapa mendekati masa berbuah.
Hal ini supaya malai buah yang dihasilkan kian panjang dan pada akhirnya buah yang dihasilkan banyak.
"Selain itu, potensi serangan hama utama kelapa, yaitu kwangwung, juga harus diperhatikan. Harus dilakukan pengendalian dengan memperhatikan kebersihan dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi," jelas Tulus.
Saat ini, lanjut Tulus, kebutuhan kelapa kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 meter persegi itu mencapai 300 butir per bulan.
Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu hingga Rp 57 ribu, bergantung diameter buah.
Selain buah kelapa kopyor, pihaknya juga menjual bibit.
Jumlahnya sekira 150 bibit per bulan dengan harga satuan Rp 25 ribu.
"Adapun bibit yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat menjanjikan. Pasarnya sangat terbuka lebar. Setelah objek wisata boleh beroperasi lagi, Omah Kopyor mulai ramai pengunjung. Omzet kami saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,8 juta tiap akhir pekan," tandas Teguh. (mzk)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: