Apa Itu Tes PCR? Syarat Bepergian Saat Libur Nataru dan Perbedaannya dengan Antigen
Apa Itu Tes PCR? Syarat Bepergian Saat Libur Nataru dan Perbedaannya dengan Antigen
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Apa Itu Tes PCR? Syarat Bepergian Saat Libur Nataru dan Perbedaannya dengan Antigen
TRIBUNJATENG.COM - Apa itu PCR? Syarat bepergian menggunakan moda transportasi umum saat libur Nataru serta perbedaannya dengan Swab Antigen.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),
Pemerintah menerapkan kebijakan wajib tes PCR Covid-19 bagi pengguna moda transportasi umum.
Hal itu dilakukan strategi sebagai upaya pencegahan munculnya gelomang ketiga Covid-19.
Kewajiban Tes PCR untuk pengguna moda transportasi umum diharapkan bisa menekan mobilitas warga selama libur Nataru.
Apa Itu Tes PCR?
PCR merupakan singkatan dari Polymerase Chain Reaction.
Juga dikenal dengan tes diagnostik, tes virus, tes molekuler, tes amplifikasi asam nukleat atau nucleic acid amplification test (NAAT) dan RT-PCR.
Cara kerjanya mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Tes ini dapat mendeteksi fragmen virus bahkan saat seseorang sudah tidak terinfeksi.
Teknologi PCR mampu melihat materi genetik virus dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan.
Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki materi genetik yang memiliki rantai tunggal asam ribonukleat (RNA).
Pemeriksaan virus jenis ini dilakukan dengan mengubah RNA menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) yang memiliki rantai ganda.
Setelah diubah menjadi DNA, materi genetik tersebut diperbanyak lewat alat PCR.
Apabila mesin PCR mendeteksi adanya materi genetik virus corona, maka hasil tes dinyatakan positif Covid-19.
Tes swab PCR diawali dengan pengambilan sampel cairan pernapasan atau lendir dari hidung dan tenggorokan dengan alat mirip cotton bud panjang.
Terkadang, ada juga sampel yang diambil dari air liur.
Setelah sampel swab diambil, sampel lalu dimasukkan ke dalam wadah steril dan disegel, lalu dikirim ke laboratorium.
Setibanya di laboratorium, petugas laboratorium akan melakukan ekstraksi atau mengisolasi materi genetik dari sampel yang sudah diambil.
Setelah diberi bahan kimia yang disebut reagen primer dan probe, sampel lalu dimasukkan ke mesin PCR
untuk diproses termal (dipanaskan dan didinginkan secara terkontrol), untuk mengubah RNA menjadi DNA.
Kemudian, sebagian kecil materi genetik virus SARS-CoV-2 tersebut diperbanyak sampai menghasilkan jutaan salinan DNA.
Selama proses ini, bahan kimia khusus akan mengikat DNA.
DNA akan mengeluarkan cahaya fluoresen apabila terdapat virus SARS-CoV-2 dalam sampel.
Keberadaan cahaya fluoresen tersebut merupakan sinyal yang dideteksi mesin PCR, untuk menafsirkan hasil tes positif Covid-19.
Pemeriksaan kesehatan ini hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu sehari sampai sepekan, tergantung lokasi dan kapasitas laboratorium.
Berdasarkan penjabaran perbedaan swab antigen dan swab PCR di atas,
secara garis besar cara mengambilan sampel kedua tes ini sama-sama dilakukan dengan mengambil lendir dari hidung atau tenggorokan.
Namun, tes swab PCR saat ini merupakan pemeriksaan paling andal dan akurat mendeteksi infeksi virus corona atau Covid-19 aktif.
Sementara itu, tes swab antigen yang hasilnya relatif cepat terkadang masih membutuhkan tes swab PCR apabila hasilnya negatif tapi ada gejala Covid-19.
Cara kerja tes antigen dengan mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Antigen adalah zat yang yang dapat merangsang imun.
Zat ini bisa berupa protein, polisakarida, dll.
Saat terinfeksi virus, tubuh secara alami akan merespons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu.
Virus penyebab Covid-19 memiliki beberapa antigen yang sudah dikenali, seperti nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein.
Tes swab antigen dapat melihat keberadaan antigen di dalam tubuh, sehingga bisa diketahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus corona atau tidak.
Tes usap atau swab antigen dilakukan dengan pengambilan sampel cairan pernapasan (lendir) dari hidung
atau bagian tenggorokan di belakang hidung, dengan alat cotton bud panjang.
Sampel tersebut lalu ditempatkan di larutan khusus, untuk melihat ada tidaknya antigen virus corona.
Pemeriksaan kesehatan ini hasilnya bisa diketahui dalam waktu relatif cepat, mulai dari 15 menit sampai 30 menit.
Tes swab antigen memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tapi terkadang masih ada hasil tes negatif palsu jika kadar virus corona dalam tubuh rendah.
Untuk itu, tes swab antigen lebih akurat dilakukan di awal gejala Covid-19 muncul, atau saat jumlah virus di dalam tubuh cukup tinggi.
Apabila hasil tes swab antigen meragukan, misalkan hasilnya negatif tapi ada gejala Covid-19,
diperlukan tes PCR untuk memastikan ketepatan diagnosis. (tribunjateng/non)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/fastlab-hadirkan-pcr-praktis-dan-efisien.jpg)