Breaking News:

Berita Solo

Dirreskrimum Polda Asistensi Kasus Kematian Gilang Endi S ke Polresta Solo, Ini yang Disampaikan

Direktur Reserser Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro lakukan asistensi kasus kematian mahasiswa UNS

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardji Puro saat meberikan keterangan kepada wartawan usai asistensi di Mapolresta Solo, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Direktur Reserser Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro lakukan asistensi kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra di Mapolresta Solo, Senin (1/11/2021).

Dia menyampaikan, sampai saat ini penyidikan berjalan secara profesional dan tidak ada kendala-kendala.

Selain itu, penyidikan yang dilaksanakan oleh penyidik Satreskrim Polresta Solo sudah dengan baik.

Djuhandani mengungkapkan, dari alat bukti hasil autopsi yang dikeluarkan oleh RS Bhayangkara Semarang Biddokes Polda Jateng akan dikuatkan dengan keterangan ahli.

"(Hasil, red) visumnya sudah ada, yang bisa membaca visumnya kan ahli, polisi gak bisa membaca visum. Ahli yang bisa menerangkan hasil visum," ucapnya kepada wartawan.

Setelah itu, lanjut dia, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) pihak penyidik akan melakukan gelar perkara penentuan tersangka.

"Yang berkaitan dengan pelaku (tersangja akan kita putuskan dalam gelar perkara itu," terangnya.

Dia melihat adanya hal-hal yang perlu ditambahi terkait pemenuhan alat bukti sesuai dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang alat bukti.

"Saat ini alat bukti sudah ada, namun perlu dilaksanakan pendalaman. Kita perlu pendalaman memeriksa ahli yang berkaitan dengan kematian. Dari ahli, akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," jelasnya.

Menurutnya, dari alat bukti surat dan keterangan ahli forensik akan menguatkan apakah berkaitan atau tidak terkait kasus tersebut.

"Alat bukti dan keterangan dari kegiatan penerimaan Menwa sudah disampaikan. Kegiatan itu yang kita rangkum menjadi keterangan yang mana kejadian tersebut apakah yang mengakibatkan kematian atau tidak," tandasnya. (*)

Baca juga: Video Serunya Anak-anak Balapan Sepatu Roda Berhadiah Medali Emas Asli

Baca juga: Gempa Dirasakan Warga Tawangmangu Karanganyar, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Pemanfaatan Pelayanan JKN Mulai Meningkat

Baca juga: Kagetnya Sumir Petani di Demak Tahu Rumahnya Tiba-Tiba Ambruk hingga Rata dengan Tanah Akibat Hujan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved