Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Perbankan

Kenapa Bank Besar Belum Tentu Menang dalam Persaingan di Era Digitalisasi?

Semua bank di Tanah Air pada akhirnya akan menjadi bank digital, di mana saat ini merupakan start baru bagi perbankan memasuki era digital.

Tayang:
tribunjateng/hermawan endra
Bank BRI meningkatkan kualitas perseroan melalui layanan perbankan digital. BRI mengedukasi nasabah untuk gunakan smartphone mengakses layanan digital Bank BRI, Senin 5 September 2016. 

TRIBUNJATENG.COM, DENPASAR -- Semua bank di Tanah Air pada akhirnya akan menjadi bank digital, di mana saat ini merupakan start baru bagi perbankan memasuki era digital.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak mendefinisikan bank digital sebagai suatu bank jenis baru. Bank hanya dibedakan menjadi bank umum dan Bank Pekreditan Rakyat (BPR).

Saat ini sudah banyak bank kecil bertransformasi menjadi bank digital. Bank tradisional besar juga tidak mau ketinggalan untuk memasuki persaingan bank digital.

Namun, bank besar tidak bisa berhadapan secara langsung dalam persaingan digital. Itu sebabnya mereka melakukan strategi proxi dengan mengakuisisi bank kecil, dan menjadikannya sebagai bank digital.

Yang teranyar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sedang dalam proses akuisisi bank kecil untuk dikembangkan menjadi bank digital. Perseroan juga bakal menggandeng perusahaan teknologi untuk mengembangkan bank digital tersebut.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sudah punya BCA Digital yang beroperasi lewat aplikasi Blu, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan memasuki persaingan lewat anak usahanya PT Bank Raya Tbk. Sementara, PT Bank Mandiri Tbk cukup percaya diri dengan bermodalkan Super App Livin' By Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform KOPRA by Mandiri.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, Bank Mandiri mampu mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah. Alhasil, lebih dari 98 persen transaksi ritel dilakukan secara digital.

"Seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna, laju transaksi finansial nasabah Bank Mandiri melalui Livin' by Mandiri tumbuh 62,5% year on year (yoy) menjadi 696,2 juta transaksi dengan nilai transaksi Rp 1.152,5 triliun per akhir September 2021, atau tumbuh 55,8 persen yoy.

Adapun, bank yang langsung bertransformasi menjadi bank digital di antaranya ada PT Bank Jago Tbk dan Bank Neo Commerce Tbk. Bank Jago mengandalkan aplikasi Jago. Namun, saat ini baru tahap melayani transaksi funding dan pembayaran. Untuk masuk ke penyaluran kredit, Bank Jago masih butuh waktu.

Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menyalurkan kredit langsung kepada debitur secara digital melalui platformnya. Sebagian besar kredit Bank Jago disalurkan lewat kerja sama parnertship atau channeling.

"Ke depan, strategi penyaluran kredit Bank Jago tetap lewat kerja sama. Pasar yang dibidik untuk segmen usaha kecil menengah adalah rantai pasok dari korporasi," jelasnya.

Keniscayaan

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, bank digital sudah menjadi keniscayaan dalam menghadapi persaingan industri perbankan. Saat ini dinilai merupakan garis permulaan baru pertandingan industri perbankan.

Dalam perlombaan sebelum era digital, menurut dia, pemenangnya merupakan bank-bank besar. Namun, dalam perlombaan persaingan baru ini, bank besar tersebut belum tentu bisa menjadi pemenang, meskipun sudah mulai membentuk anak usaha yang bergerak jadi bank digital.

"Pemenang-pemenang persaingan yang kita lihat selama ini adalah mereka yang sudah visioner sejak awal. Dalam persaingan yang baru dimulai ini, para pemenang kompetisi sebelumnya belum tentu bisa jadi pemenang di era digital ini. Apa yang menjadi keunggulan di masa lalu sudah tidak berlaku di era ini," jelasnya, di Bali, pekan lalu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved