Berita Regional
Sejumlah Mantan Napi Mengaku Alami Penyiksaan di Lapas Narkotika Yogyakarta
Vincentius (35) mengaku telah mendapatkan siksaan dan kekerasan selama menjadi warga binaan di Lapas Narkotika II A Yogyakarta.
Cuma di RS beberapa hari dan balik ke lapas, dua hari meninggal," ungkap dia.
Tak hanya siksaan fisik, tetapi mereka juga mendapatkan pelecehan seksual.
Menurut Vincent, oknum petugas lapas bahkan menyiksa warga binaan yang tidak membuat kesalahan.
"Kita enggak ada kesalahan tetapi tetap saja dicari-cari kesalahannya.
Itu pemukulan hampir tiap hari, di blok juga jarang dibuka untuk kegiatan rohani," kata dia.
Sempat lumpuh
Tak hanya Vincent yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan, tetapi mantan napi lainnya yaitu Yunan Afandi (34) juga mengalami hal serupa.
Yunan malah sempat lumpuh selama dua bulan.
Tak hanya mendapatkan siksaan, Yunan juga dimasukkan ke dalam sel yang sempit.
Saat dimasukkan ke dalam sel isolasi, dia juga sering mendapatkan pukulan.
Untuk menatap petugas dia pun takut, selain itu makan juga hanya sebanyak tiga suap tanpa lauk.
"Ada dua bulan saya tidak bisa jalan.
Dipukul daerah kaki pernah, kalau mukul ngawur," ungkap dia.
Yunan menjadi warga binaan sejak 2017 dan bebas dari lapas pada 2021.
Dia mengaku kekerasan mulai diterimanya pada 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vt-menunjukan-bekas-luka-akibat-kekerasan-di-lapas-kelas-ii-a-yogyakarta.jpg)