Breaking News:

Berita Kudus

4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa, Bupati Tunggu Arahan Pusat

Terkait kedaluwarsanya 4 ribu dosis berawal ketika Kementerian Kesehatan mengirim 50 ribu dosis vaksin AstraZeneca untuk Kudus pada 1 Oktober 2021.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus tengah menunggu hasil jawaban dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perihal kedaluwarsanya 4 ribu dosis vaksin AstraZeneca.

"Kami juga koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM dulu. Apakah bisa disuntikkan atau tidak," kata Hartopo, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, pengalaman vaksin kedaluwarsa ini juga pernah dialami di Kudus sebelumnya. Waktu itu vaksin jenis Sinovac telah kedaluwarsa, hanya saja saat dikoordinasikan dengan pemerintah pusat masih bisa disuntikkan selama tiga bulan ke depan.

Kenapa demikian, kata Hartopo, informasi yang pihaknya dapat ternyata masa kedaluwarsa vaksin dari produsen temponya lebih lama daripada masa kedaluwarsa yang ditetapkan oleh BPOM. Pasalnya, agar vaksin yang didapat bisa segera disuntikkan.

"Untuk yang AstraZeneca ini yang kedaluwarsa, kalau ada tambahan waktu masa kedaluwarsa maka akan segera disuntikkan. Dua hari  bisa habis itu," kata dia.

Terkait kedaluwarsanya 4 ribu dosis berawal ketika Kementerian Kesehatan mengirim 50 ribu dosis vaksin AstraZeneca untuk Kudus pada 1 Oktober 2021.

Sehari kemudian vaksin telah tiba di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, setelah itu vaksin tidak langsung dikirim ke Kudus.

Tercatat vaksin sebanyak 50 ribu dosis itu baru dikirim ke Kudus pada 12 Oktober 2021. Artinya selama 12 hari vaksin berada di provinsi. Padahal 31 Oktober 2021 vaksin dinyatakan kedaluwarsa.

"Artinya kami punya waktu 18 hari untuk menyuntikkan ke masyarakat. Sudah dapat 90 persen. Dari 50 ribu dosis tinggal 4 ribu," kata dia.

Masih sisanya dosis AstraZeneca lantaran masyarakat ada yang tidak mau divaksin dengan vaksin tersebut. Karena sebagian memiliki pandangan jika vaksin tersebut memiliki dampak lebih kentara dibanding Sinovac.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved