Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Baret, Tumbuhan si Putri Malu Besar Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Penampilan bunga dan daunnya mirip dengan putri malu, hanya saja ukuranya lebih besar. Makanya orang menamainya Giant Mimosa

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Baret, si Putri Malu Besar Potensial Untuk Afrodisiak 

TRIBUNJATENG.COM - Penampilan bunga dan daunnya mirip dengan putri malu, hanya saja ukuranya lebih besar. Makanya orang menamainya Giant Mimosa, Catclaw Mimosa atau Giant Sensitive (Eng) yang dalam istilah lokal disebut Baret (Ind), atau nama ilmiahnya Mimosa pigra L.

Namanya sering disebut-sebut sebagai invasive species karena sering kali keberadaannya mengambil alih atau mendominasi suatu habitat.

Di balik ancaman invasivenya ternyata tumbuhan Baret menyimpan berbagai mancam manfaat.

Manfaat
Secara tradisional masyarakat di Afrika tropis telah menggunakan tanaman ini untuk membantu pengobatan beberapa jenis penyakit.

Masyarakat di sana biasa menggunakan tumbuhan ini sebagai tonik dan pengobatan untuk diare, gonore dan keracunan darah.

Daunnya mengandung mimosine; yang digunakan sebagai pencahar dan tonik.

Rebusan daun dan batangnya digunakan untuk mengobati sariawan pada bayi serta meredakan ngompol pada anak-anak.

Bubuk daunnya diseduh dan diminum untuk meredakan pembengkakan.

Daunnya dimaserasi di tangan dan dioleskan pada mata bayi atau anak-anak untuk menidurkan mereka.

Akarnya dipergunakan sebagai afrodisiak atau untuk meningkatkan kejantanan bagi sebagian orang serta abu akar ditaburkan di atas bercak kusta di kulit.

Daun mudanya digunakan sebagai anti emetik (anti muntah) dan ekspektoran (mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluaran dahak dari saluran pernapasan).

Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan erosi terutama pada tanah-tanah yag curam.

Daunnya dapat digunakan sebagai pupuk, selain fungsinya sebagai tanaman penutup yang jamak dilakukan oleh masyarakat Thailand sejak tahun 1960-an.

Yang tidak kalah penting, Tumbuhan ini merupakan sumber serbuk sari yang baik untuk lebah.

Deskripsi
Perdu tegak, bercabang setinggi hingga 6 m, akarnya tunggang bercabang dan dpat memanjang sedalam 1-2m.

Duri terdapat sepanjang batang dan cabang, panjang duri 5-10mm.

Daunnya hijau terang, seperti pakis, panjangnya 20–25 cm.

Tangkai daun bagian tengah berduri. Bunganya bulat, halus, merah muda, lebar 1-2 cm.

Setiap bunga menghasilkan tandan 10–20 polong biji berambut tebal, panjang 6–8cm.

Setiap polong berisi 20–25 biji berbentuk bujur sangkar, panjang 4-5mm dan lebar 2mm.

Habitat
Baret menyukai tempat tumbuh yang lembab dan terbuka, membentuk tegakan monospesifik dan bersaing dengan komunitas tumbuhan yang ada di padang rumput sehingga flora tanah di bawah tegakan padat jarang bahkan sampai tidak ada.

Sangat cocok dengan iklim tropis basah-kering, di daerah dengan curah hujan tahunan 75-2250 mm dan suhu yang lebih tinggi.

Beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah dan ditemukan dalam situasi lembab seperti dataran banjir dan tepi sungai.

Sebaran
Terdistribusi luas di seluruh dunia, terutama pada daerah tropis dan subtropics dengan cuaca panas namun berkelembaban tinggi.

Bermula dari Amerika tropis kemudian menyebar ke Afrika, Asia selatan dan Australia.

Distribusi tumbuhan Baret melalui berbagai moda. Bisa melalui banjir, gerakan pasang surut, mesin, kendaraan dan perahu atau melalui biji yang menempel pada pakaian, rambut dan hewan.

Baret tersebar merata di hampir seluruh provinsi di Indonesia, di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat Baret dapat ditemukan di Cagar Alam (CA) Keling Iabc, CA Keling II/III, CA Kembang dan CA Gunung Celering yang semuanya terletak di Kabupaten Jepara.

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved