Breaking News:

KABAR UMKM

KABAR UMKM : Mitra10 Semarang Beri Ruang UMKM lewat Bazaar

Supermarket bahan bangunan dan perlengkapan rumah, Mitra10 Semarang berkomitmen untuk terlibat aktif dalam memajukan perekonomian di Kota Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
mitra10 semarang
Pengunjung tampak melihat-lihat produk di gerai ritel modern Mitra10 jalan Soekarno Hatta, Semarang, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Supermarket bahan bangunan dan perlengkapan rumah, Mitra10 Semarang berkomitmen untuk terlibat aktif dalam memajukan perekonomian di Kota Semarang.

Deputy Store Manager Commersial Mitra10 Semarang, Damar Supatmoko mengatakan, hal itu di antaranya dilakukan dengan menggandeng para pelaku UMKM melaksanakan kegiatan di area superstore tersebut.

"Kami bersama manajemen ingin mendorong segalanya (di Kota Semarang-Red), mulai dari perekonomian ataupun kegiatan apapun. Kali ini kami mengajak kerja sama dengan beberapa pelaku UMKM membuka Bazaar di Mitra10," katanya, dalam talkshow bertema "UMKM Semarang berkembang bersama Mitra 10", yang digelar di Supermarket Mitra10 Semarang, Minggu (7/11).

Menurut dia, keberadaan Mitra10 di Kota Semarang yang cenderung baru itu ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, dengan keberadaannya di Kota Semarang, Mitra10 juga ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, di antaranya diwujudkan dengan memberikan fasilitas bagi para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usaha di tengah pandemi ini.

"Tempat kami lumayan representatif untuk kami mengajak kerja sama dengan beberapa pelaku usaha, maka kami mulai memikirkan konsep mengajak bergabung dengan teman-teman UMKM membuka Bazaar. Ini baru konsep awal, dan kami membuka kesempatan untuk berkembang," ucapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. Ita, sapaannya, mengapresiasi Mitra10 yang telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Menurutnya, pandemi covid-19 telah memberikan dampak bagi pelaku UMKM, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.

"Dampak seperti ini, pemkot harus melakukan support agar UMKM tetap survive dalam penjualan, sehingga harus membuat inovasi-inovasi. Dengan adanya kelompok, ini sebagai satu cara membuat pelaku UMKM untuk tetap eksis," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga hadir Ketua UMKM Semarang Bisa (USB), Bambang Agung Subroto. Ia menceritakan, kondisi UMKM di Semarang selama pandemi covid-19 mengalami keterpurukan. Karena dampak tersebut, USB kemudian dibentuk.

"USB ini dari Galery Industri Kreatif yang semula terdampak pandemi. Kami bentuk komunitas ini, dari produk-produk yang kami buat kami komunikasi ke teman-teman. Tujuan utama untuk meningkatkan perkembangan usaha. Ini tidak luput dari bantuan Bu Ita yang telah menyuport berjualan secara online," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini total anggota USB di media sosial Facebook telah mencapai 735 anggota yang menawarkan bermacam produk. (idy)

Baca juga: Inilah Prediksi IHSG Pekan II November 2021 Ini

Baca juga: Relaksasi PPnBM Dongkrak Penjualan Daihatsu di Kota Semarang

Baca juga: Muncul Relawan Dulur Ganjar di Sragen, DPC PDIP: Kami tegak Lurus

Baca juga: News Analisis Pakar Kontrol Instrumentasi Undip: Mobil Pakai Immobilizer Lebih Aman

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved