Breaking News:

Berita Solo

Orang-orang Penuntut Kasus Kematian Gilang Menwa UNS Diteror Suara Tertawa dalam Telepon

Beberapa mahasiswa yang vokal menyuarakan kasus kematian mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra mendapatkan panggilan telpon dari nomor tak dikenal. 

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Beberapa mahasiswa yang vokal menyuarakan kasus kematian mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra mendapatkan panggilan telpon dari nomor tak dikenal. 

Presiden BEM Sekolah Vokasi UNS, Dessy Latifatul Laila satu di antaranya.

Dia mendapatkan panggilan telpon dari nomor asing. 

Dia mengaku, sebelum adanya kasus dugaan kekerasan hingga meninggalnya mahasiswa Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UNS itu, dia tidak pernah mendapatkan panggilan tersebut. 

Menurutnya, dia tidak pernah mendapatkan panggilan telpon yang bukan Whatsapp, apalagi nomornya bukan dari kontak yang dia simpan. 

"Tapi enggak banyak dan enggak tiap hari, cuma sekali waktu. Entah itu siapa, saya enggak tahu, engga saya angkat," ucapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Senin (8/11/2021). 

Dia menjelaskan, panggilan itu masuk di ponselnya pada Sabtu (6/11/2021).

Ada 3 panggilan dari nomer misterius. 

Bahkan bukan hanya Dessy yang mendapatkan panggilan telpon misterius, Zakky, Presiden BEM UNS juga mendapatkan hal yang sama. 

Bahkan, Zakky sempat mengangkat telpon yang dimaksud.

Di dalam panggilan itu, bahkan hanya ada suara orang tertawa. 

"Saya juga baru denger kalau Mas Zakky dapet teror. Telpon yang masuk ke saya itu juga saya mikirnya engga sampe ke situ," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved