Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Gelar Pentas Wayang Kulit Virtual di 5 Titik dengan 104 Sinden

Pagelaran wayang kulit virtual dengan lakon Mustika Mandura digelar di lima titik dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional dan menyongsong HUT ke-

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Dokumentasi Diskominfo Karanganyar
Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto menyerahkan tokoh wayang kepada dalang Ki Anom Dwijokangko sebelum dimulainya pagelaran wayang kulit virtual di GOR Raden Mas Said Kabupaten Karanganyar, Minggu (7/11/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pagelaran wayang kulit virtual dengan lakon Mustika Mandura digelar di lima titik dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional dan menyongsong HUT ke-104 Kabupaten Karanganyar, Minggu (7/11/2021) malam.

Masing-masing titik berada di GOR Raden Mas Said dengan dalang Ki Anom Dwijokangko, Sanggar Bima Kecamatan Karangpandan dengan dalang Ki Danang Suseni dan Ki Aji Wdi Santoso, Rumah Kades Ploso Kecamatan Jumapolo dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi.

Kemudian di Balai Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo dengan Dalang Ki Sutarmo serta Ki Setiaji, dan Balai Desa Kebak Kecamatan Kebakkramat dengan dalang Ki Anggit Laras Prabowo dan Ki Canggih Triatmono Putro.

Dalam pagelaran wayang kulit virtual yang digelar di lima titik tersebut menghadirkan sebanyak 104 sinden.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, Pemkab Karanganyar tetap konsisten melestarikan wayang kulit yang menjadi warisan budaya serta telah diakui oleh UNESCO.

"Sejak 2014, kita terus menerus menghidupkan wayang kulit sebagai warisan bangsa," katanya.

Almarhum Ki Manteb Soedharsono telah berjuang bersama budayawan serta pemerintah hingga akhirnya ditetapkannya Hari Wayang Nasional pada 7 November oleh presiden melalui peraturan presiden.

Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar mengajak masyarakat untuk mengheningkan cipta sejenak dalam untuk almarhum Ki Manteb.

"Oleh karena kita menghormati beliau (almarhum Ki Manteb), marilah kita menundukkan kepala sejenak, berdoa. Semoga almarhum Ki Manteb bahagia di surganya Allah SWT," ucapnya.

Yuli sapaan akrabnya menceritakan, Ki Manteb sempat bertemu dengannya sebelum meninggal dunia dan menitipkan pesan supaya harus terus menjaga dan melestarikan wayang kulit.

"Yang sangat bersejarah adalah gamelan untuk dijaga dan gamelan itu saat ini sudah berada di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar," ungkapnya.

Sementara itu dalam rangka menyongsong HUT ke-104 Karanganyar, Yuli mengajak masyarakat supaya tetap menyemangati Tri Darma perjuangan dari Raden Mas Said. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved