Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Vaksinasi Sasar Pengunjung Minggon Jatinan, Kadinkes: Sangat Antusias

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menggelar vaksinasi yang menyasar pengunjung Minggon Jatinan. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Warga antusias mengikuti vaksinasi yang digelar di Minggon Jatinan, Batang, Minggu (7/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menggelar vaksinasi yang menyasar pengunjung Minggon Jatinan.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Batang Wihaji saat mulai dibukanya wisata kuliner yang berlokasi di Hutan Kota Rajawali itu.

Kepala Dinkes Batang, dr Didiet Wisnuhardanto mengatakan, dengan menyasar pengunjung Minggon Jatinan bisa mendongkrak capaian vaksinasi hingga 50 persen. 

Pasalnya, petugas tidak menyangka jika minat warga untuk divaksinasi cukup tinggi, hingga lebih dari 200 sasaran.

"Rencananya jika minat warga sedikit selanjutnya tidak diadakan lagi, melainkan kami langsung menyasar ke desa-desa. Tapi ternyata tidak disangka animo masyarakat cukup tinggi sehingga selanjutnya bisa kami gelar lagi," tuturnya saat meninjau vaksinasi dosis pertama, di area Minggon Jatinan, Kabupaten Batang, Minggu (7/11/2021).

Untuk bisa mengikuti vaksinasi, sebelumnya, warga telah melakukan pendaftaran secara online, namun bagi warga yang ingin mendaftar langsung, cukup membawa KTP.

dr Didiet menjelaskan, peserta vaksinasi didominasi kalangan lansia dengan capaian 33,07 persen. 

Dan untuk capaian vaksinasi masyarakat umum hingga kini 38,74 persen untuk dosis pertama.

“Mudah-mudahan capaian untuk vaksinasi dosis pertama bisa tercapai,  tinggal menyelesaikan pekerjaan rumah untuk meningkatkan capaian vaksinasi lansia,” imbuhnya.

Pengelola Minggon Jatinan, Nurrochman Sayidi mengatakan, pemanfaatan Minggon Jatinan diyakini mampu meningkatkan persentase capaian vaksinasi, yang kini masih mencapai 38,74 persen.

“Kami pun menyiagakan Polisi Pengurai Kerumunan yang bisa mengarahkan apabila ada pengunjung yang terlihat berkerumun, itu dilakukan agar meminimalkan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada klaster baru di gelaran Minggon Jatinan,” pungkasnya.

Pakar FIK Unnes: Infodemi Membuat Semakin Parah Pandemi

Trerpisah, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK Unnes) menyelenggarakan kuliah pakar secara virtual. Kegiatan membahas fenomena maraknya informasi hoax Covid-19 di lingkungan digital dan fisik yang dapat disebut juga infodemi covid.

Kuliah pakar yang mengusung tema 'Waspada Covid-19 Gelombang 3: Tangkal Infodemi Covid-19' ini diikuti 289 mahasiswa yang juga merupakan perwakilan fungsionaris.

"Saat ini tren kasus covid menurun. Namun kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat perlu dilakukan secara hati-hati, agar tidak memunculkan lonjakan kasus. Karena masyarakat kita memiliki potensi sangat abai akan protokol kesehatan di sejumlah kegiatan," kata Wakil Dekan III FIK Unnes, Dr Andry Akhiruyanto, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/11/2021).

Kuliah pakar mengundang 3 pembicara. Yakni health educator dan Satgas Covid-19 FIK Unnes, dr RR Sri Ratna Rahayu; field epidemiologist dari Prodi Kesehatan Masyarakat Unnes, Lukman Fauzi; dan health promotor di Puskesmas Pegandan Kota Semarang, Merny Mutiara Sari.

RR Sri Ratna Rahayu menyampaikan, fenomena lonjakan kasus covid, biasanya terjadi setelah cuti libur hari besar.

Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 terjadi sebagai akibat dari tidak jalannya protokol memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M). Serta kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat yang tidak disikapi dengan bijak.

Sebagai bagian dari Satgas Covid-19 FIK Unnes, dia juga menekankan bahwa mahasiswa juga bagian dari masyarakat, sehingga upaya pencegahan Covid-19 gelombang 3 menjadi tanggung jawab bersama.

"Harapannya pandemi setop, jadi endemi," tegas dokter Ayu, sapaannya.

Selanjutnya, Lukman Fauzi menjelaskan, ancaman gelombang 3 Covid-19 ini diiringi dengan masifnya infodemi (berita kesehatan yang cenderung menyesatkan) tersebar di lingkungan digital maupun fisik.

"Fenomena infodemi Covid-19 berkaitan dengan misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang tidak ditekan penyebarannya, justru akan memberikan dampak yang lebih besar daripada pandemi covid itu sendiri," tandasnya.

Satu fenomena infodemi yang sering terjadi adalah informasi salah yang dibagikan di grup keluarga.

Menurutnya, hal yang paling tepat untuk menyikapi permasalahan ini yaitu dengan edukasi secara terus-menerus.

"Walaupun pengalaman terinfeksi Covid-19 seringkali juga 'ampuh' dalam membuat seseorang percaya adanya covid, namun tentu ini merupakan hal yang tidak diinginkan siapapun," katanya.

Kemudian, Merny Mutiara Sari menceritakan kondisi lapangan terkait testing, tracing, dan treatment (3T) maupun edukasi protokol kesehatan covid yang diakukan sebagai seorang health promotor di Puskesmas Pegandan Kota Semarang.

"Menggencarkan vaksinasi merupakan agenda yang sedang dilaksanakan secara terus menerus sebagai upaya untuk mencegah gelombang 3 Covid19," ucapnya.

Selain itu, ia juga berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi ketika berhadapan dengan masyarakat, apalagi masyarakat yang masih tidak percaya dengan covid.

"Masyarakat perlu waspada akan ancaman terjadinya gelombang 3 Covid-19 apalagi di tengah infodemi Covid-19 yang merajalela. Think before share it, menjadi kalimat yang tepat yang harus dilakukan masyarakat selain tetap perketat protokol pencegahan covid," imbuhnya.(Dina/Mamdukh/M Nur Huda)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved