Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Batang

Potret Karnaval Kemerdekaan di Kabupaten Batang, Ada Naga Raksasa dan Garuda

Langit Batang cerah ceria saat ribuan warga memadati ruas jalan utama, menyambut Karnaval Kemerdekaan bertema “Kebinekaan untuk Indonesia Kokoh”. 

Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
KARNAVAL - Karnaval Kemerdekaan bertema “Kebinekaan untuk Indonesia Kokoh” di Kabupaten Batang digelar meriah, Selasa (26/8/2025).Ada naga raksasa yang meliuk gagah, leak, simbol burung Garuda yang menjulang, ondel-ondel yang menari riang, hingga parade edukatif dari tiap dinas yang dikemas dengan kreativitas 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Langit Batang cerah ceria saat ribuan warga memadati ruas jalan utama, menyambut Karnaval Kemerdekaan bertema “Kebinekaan untuk Indonesia Kokoh”. 

Dari Jalan Veteran hingga Jalan Diponegoro, warga memadati sepanjang jalan, bersorak, bertepuk tangan, dan mengabadikan momen penuh warna.

Sebanyak 4.250 peserta dari OPD, BUMD, pelajar, hingga masyarakat umum tampil memukau.

Ada naga raksasa yang meliuk gagah, leak, simbol burung Garuda yang menjulang, ondel-ondel yang menari riang, hingga parade edukatif dari tiap dinas yang dikemas dengan kreativitas.

Baca juga: Sekolah Rakyat Tertunda di Batang, 2 Lokasi Belum Penuhi Syarat Teknis PUPR

Baca juga: Siap-siap Coding dan AI Masuk Kurikulum SD-SMP di Batang, Siswa Bakal Sering Bikin Proyek Digital

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyebutkan bahwa tahun ini karnaval terasa lebih semarak dari sebelumnya.

“Pesertanya makin banyak, ada 85 penampilan dengan masing-masing 50 peserta, tampilannya makin beragam, dan masing-masing membawa pesan kebinekaan dengan cara yang unik,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Rute karnaval melintasi Jalan Veteran, Diponegoro, Gajahmada, Ahmad Dahlan, hingga Brigjen Katamso.

Setiap sudut jalan dipenuhi warga yang antusias, membawa payung, kipas, bahkan kursi lipat demi menyaksikan parade dari awal hingga akhir.

Penilaian karnaval dilakukan berdasarkan kekompakan, inovasi, dan ketepatan waktu tampil.

Namun bagi warga, nilai sesungguhnya adalah kebersamaan dan kebanggaan akan keberagaman.

Di antara lautan penonton, Dian, warga Cepokokuning, tampak berdiri di trotoar sambil menggandeng anaknya.

Matanya berbinar, sesekali tertawa melihat atraksi lucu dari peserta pelajar.

"Saya sengaja ajak anak, biar tahu betapa indahnya kebudayaan kita yang beragam.

Tadi ada naga besar, terus ada yang pakai kostum lucu banget, seru dan meriah," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved