Guru Berkarya
Asyiknya Belajar Peran Indonesia di ASEAN dengan Belajar Kelompok
Pembelajaran IPS Kelas VI pada Tema 7 KD. 3.3 membahas tentang Peran Indonesia dalam bidang Sosial Budaya di ASEAN.
Oleh: Siti Duwi Umayah SPdSD, Guru SDN 02 Sumublor Kec Sragi Kab Pekalongan
TUJUAN pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di tingkat Sekolah Dasar dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu pengembangan kemampuan intelektual siswa, pengembangan kemampuan dan rasa tanggung jawab sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta pengembangan diri siswa sebagai pribadi. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial, adalah telaah tentang manusia dan dunianya.
Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Pembelajaran IPS Kelas VI pada Tema 7 KD. 3.3 membahas tentang Peran Indonesia dalam bidang Sosial Budaya di ASEAN. Materi ini mencakup tentang Identifikasi peran Indonesia dalam bidang sosial di lingkup ASEAN dan analisis peran Indonesia dalam bidang sosial di lingkup ASEAN.
Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran IPS kelas 6 di SDN 02 Sumublor Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan antara lain kurangnya kreativitas dalam pembelajaran. Aktivitas pembelajaran di kelas masih belum menggunakan metode pembelajaran yang inovatif. Kemudian media pembelajaran yang masih jarang digunakan sebagai alat untuk mendukung penyampaian materi.
Hal ini mengakibatkan siswa pasif dan kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut berdampak pada hasil belajar yang tidak mencapai ketuntasan minimum. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih metode pembelajaran yang menarik dengan tujuan untuk bisa mengaktifkan suasana kelas sebagai ruang ilmu bagi siswa.
Metode kerja kelompok adalah suatu metode mengajar dengan mengondisikan peserta didik dalam suatu grup atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut. Karena itu guru dituntut untuk mampu menyediakan bahan-bahan pelajaran yang secara manipulasi mampu melibatkan anak bekerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok (Dasim Budimansyah, 2008).
Metode ini memberikan kesempatan yang lebih besar kepada anak untuk mengeksplor bakat yang mereka miliki serta memilih teman yang mereka anggap baik dan tepat untuk belajar secara bersama-sama. Sehingga mereka dapat dengan mudah menguasai semua pengetahuan yang mereka harapkan.
Di samping itu, metode ini pun dapat melatih anak untuk berpikir dan bekerja berkelompok. Jadi pengetahuan yang mereka dapatkan akan lebih banyak dan lebih luas dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan pengetahuan sendiri.
Belajar kelompok dilakukan atas dasar pandangan bahwa anak didik merupakan satu kesatuan yang dapat belajar bersama, berbaur untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Dalam prakteknya, ada beberapa jenis belajar kelompok yang dapat dilaksanakan yang semua itu tergantung pada tujuan khusus yang ingin dicapai berdasarkan umur, kemampuan siswa, fasilitas, jenis tugas, dan media yang tersedia.
Kesimpulan dari penerapan metode belajar kelompok pada mata pelajaran IPS kelas 6 pada KD.3.3 dengan materi pokok Peran Indonesia dalam Bidang Sosial Budaya di ASEAN di SDN 02 Sumublor Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Terbukti banyak siswa yang merasa senang dalam mengikuti tahap demi tahap pada metode ini.
Secara akademik model ini juga mampu meningkatkan rata-rata nilai kelas pada mapel IPS hingga mencapai 75 dan dengan ketuntasan klasikal sebesar 80%. Dengan demikian metode Belajar Kelompok sangat tepat untuk dijadikan salah satu metode pilihan yang mampu membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih aktif dimana siswa mampu berkolaborasi dalam setiap kelompok untuk saling melengkapi. Metode ini juga mampu meningkatkan ketercapaian ketuntasan pembelajaran dalam kelas karena siswa yang punya kemampuan lebih akan bisa membantu siswa lain yang kemampuanya rendah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siti-duwi-umayah-spdsd-guru-sdn-02-sumublor-kec-sragi-kab-pekalongan.jpg)