Breaking News:

Berita Semarang

Hadir di CJIBF 2021, Ini Potensi Investasi yang Ditawarkan Pati, Pemalang dan Cilacap

Sejumlah daerah di Jateng berlomba menawarkan potensi investasi kepada para calon investor.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
(Dari kanan ke kiri) Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Bupati Pati Haryanto, saat berbincang dalam bussines forum di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah daerah di Jawa Tengah berlomba menawarkan potensi investasi kepada para calon investor dalam even Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021 yang digelar di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021).

Di antaranya Kabupaten Pati yang

(Dari kanan ke kiri) Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Bupati Pati Haryanto, saat berbincang dalam bussines forum di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021).
(Dari kanan ke kiri) Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Bupati Pati Haryanto, saat berbincang dalam bussines forum di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (10/11/2021). (Tribun Jateng/M Zaenal Arifin)

menawarkan investasi di sektor perikanan yaitu pengembangan pembenihan ikan Nila Salin Tilapia dengan nilai investasi sekitar Rp 12 miliar.

Bupati Pati, Haryanto mengatakan, potensi investasi yang ditawarkan memang berbeda dari rata-rata daerah lainnya yang seringkali di sektor manufaktur, garmen atau lainnya. Justru, katanya, sektor perikanan merupakan sektor yang aman saat pandemi Covid-19.

"Memang yang kita tawarkan ini berbeda, padahal tidak kalah penting yaitu perikanan. Karena di Pati, sektor perikanan juga menjadi penyumbang perekonomian," kata Haryanto, dalam bussines forum.

Dilihat dari potensinya, Pati memiliki wilayah pantai dengan panjang mencapai 60 km. Selain itu, juga memiliki areal tambak seluas 10.600 hektar. Dari jumlah itu, 1.300 hektar di antaranya digunakan untuk budidaya ikan Nila Salin.

"Kita membutuhkan 200.079.000 benih Nila Salin tiap tahunnya. Sementara ini baru terpenuhi 20 persen saja," ungkapnya.

Atas dasar itu, kata Haryanto, Pati membutuhkan pembangunan area pembenihan bibit ikan (PBI) yang diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp 12 miliar.

"Dari budidaya itu, nantinya keuntungan yang bisa didapat antara Rp 5 miliar-Rp 6 miliar, itu pasti. Karena petani tambak itu jual benih," ujarnya.

Untuk menarik investor, Haryanto mengaku, sudah menyiapkan lahan untuk PBI di tiga lokasi. Yaitu di Kecamatan Sukolilo, Telogowugu dan Kayen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved