Breaking News:

Berita Banjarnegara

Warga Kandri Kesulitan Air Bersih, Longsor di Petuguran Banjarnegara Rusak Bak Penampung Air Warga

Longsor di Dukuh Kandri, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara masih menyisakan duka bagi warga.

TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
Warga gotong royong membersihkan material longsor di Dukuh Kandri Desa Petuguran, Punggelan, Banjarnegara, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA -- Longsor di Dukuh Kandri, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara masih menyisakan duka bagi warga.

Bencana itu membuat jalan desa tertimbun dan sumber mata air warga terkena longsoran.

Saat ini, jalan yang sempat tertutup sudah dibersihkan dan kembali bisa dilewati. Akan tetapi sumber mata air warga yang berada di tebing itu ikut terkena longsor.

Bak untuk menampung mata air rusak terkena longsor hingga tak bisa dipakai lagi. Padahal, keberadaan mata air itu vital bagi warga untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

Camat Punggelan, Joko Prayitno mengatakan, sumber mata air di bukit yang longsor selama ini memenuhi kebutuhan banyak rumah tangga di Dukuh Kandri. "Terpaksa sekarang warga ngangsu," kata Joko, Selasa (9/11).

Posisi Dukuh Kandri berada di atas mata air. Selama ini sumber mata air itu harus disedot dengan mesin pompa agar bisa dinaikkan ke pemukiman. Warga membangun bak untuk menampung air sebelum dialirkan ke rumah warga. Saat ini instalasi itu kini rusak terkena longsor.

Joko mengatakan, meski terkena longsor, mesin penyedot air di tebing itu masih normal dan tidak mengalami kerusakan berarti. Hanya bak penampungan yang ikut terbawa longsor. Panel listrik yang terhubung ke peralatan itu juga rusak terkena longsoran.

Dia mengatakan, sudah berkomunikasi dengan Pemkab Banjarnegara untuk membangun atau memperbaiki instalasi yang rusak. Masalahnya, untuk membangun kembali jaringan air itu butuh waktu dan prosedur yang panjang. Sementara warga setiap waktu butuh akses air bersih.

Untuk solusi sementara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen agar bisa menyuplai air bersih ke warga jika mereka kekurangan. "Saya sudah komunikasi dengan BPBD untuk penuhi kebutuhan air warga, " katanya

Talut longsor

Sementara itu, di Kabupaten Karanganyar, dua talut pekarangan warga Kecamatan Jatiyoso longsor, pada Senin (8/11) petang, dan mengenai rumah yang berada di bawahnya. Akibatnya tembok yang terkena longsoran menjadi retak dan sebagian ada yang roboh.

Talut pekarangan Wagiyo (55), sepanjang 19 meter dengan ketinggian 3 meter, longsor mengenai tembok rumah Supri, di Dusun Beruk Kulon, Desa Beruk, Jatiyoso. Talut lainnya, milik Ninuk (52), sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter, longsor mengenai tembok rumah Tinem di Dusun Ngrigo, Desa Jatisawit, Jatiyoso. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Bagoes Darmadi menyampaikan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Beruk dan Jatisawit memicu terjadinya longsoran. Petugas BPBD telah mengecek lokasi sembari melakukan pembersihan material longsoran bersama sukarelawan dan warga, serta melakukan pendataan.

Sementara itu Camat Jatiyoso, Heru Joko Sulistiyono mengatakan, anggota keluarga Supri terdiri atas empat jiwa yang mengungsi sementara karena tembok rumah retak terkena material longsoran talut. Adapun rumah Tinem, sebagian tembok bagian depan ada yang roboh terkena material talut yang longsor. (aqy/ais)

Baca juga: Pedagang Menjerit Harga Minyak Goreng Tak Kunjung Turun

Baca juga: Calon Pengganti Mangkunegara IX, Beberapa Kali Nonton Persis Solo, Ini Alasannya

Baca juga: Tanggapan KSAL Setelah Presiden Tunjuk Andika Jadi Calon Panglima TNI Tunggal

Baca juga: Si Bina Cantik Bingits Raih Top 5 Outstanding Achievement Service Innovation 2021

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved