Guru Berkarya
Role Playing Tingkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar IPA
Pembelajaran tematik jenjang pendidikan dasar sangatlah komplek terutama untuk muatan pembelajaran IPA.
Oleh: Rohdiyanah SPd, Guru SDN 02 Jebed Kabupaten Pemalang
PEMBELAJARAN tematik jenjang pendidikan dasar sangatlah komplek terutama untuk muatan pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta.
Banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia dalam pembelajaran IPA, sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran IPA memiliki peran yang sangat penting.
Bahkan kemajuan Iptek yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dalam dunia pendidikan terutama pembelajaran IPA di Indonesia dan negara-negara maju. Namun kenyataannya pembelajaran IPA di Kelas 5 SD Negeri 02 Jebed Tpada semester I Tema 5 materi Ekosistem belum sesuai dengan standar pembelajaran. Sebagai salah satu mata pembelajaran yang penting, IPA justru menjadi mata pembelajaran yang kurang diminati siswa dan cenderung disepelekan.
Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran role playing. Sugihartono (2007:83) menjelaskan role playing adalah metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh baik tokoh hidup atau tokoh mati.
Melalui role playing siswa mencoba mengeksplorasi hubungan, perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah antar manusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya. Role playing memberi kebebasan siswa untuk berpikir, berpendapat dan berkreasi secara mandiri. Juga membantu siswa belajar berinteraksi, bekerjasama dalam kelompok.
Sehingga diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran yang dilaksanakan. Dari berbagai kelebihan yang telah dipaparkan menunjukan bahwa role playing menerapkan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan mendukung partisipasi aktif, kreatif serta mandiri siswa sesuai standar proses pembelajaran.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dipahami dan dikuasai oleh guru dalam pembelajaran metode role playing. Pertama, guru akan meminta siswa untuk membuat grup untuk implementasi bermain peran. Guru akan mengutarakan dengan jelas tentang kompetensi yang harus diraih pada aktivitas pembelajaran bermain peran ini.
Selanjutnya guru akan menunjuk siswa untuk memperagakan sebuah peran sesuai dengan skenario yang sudah dibuat. Siswa yang berada di dalam grup belajar diminta mengamati kinerja siswa yang sedang mempertunjukkan peran.
Berikutnya grup belajar siswa diminta membuat dan mempresentasikan kesimpulan yang berlandaskan skenario yang telah dimainkan oleh grup belajar lain. Pada tahap akhir, guru akan membuat kesimpulan dari aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru mengutarakan kesimpulan yang mudah dan bisa dipahami siswa dengan baik.
Berdasarkan uraian tersebut, skenario adalah nyawa dari bermain peran ini maka guru wajib membuatnya dengan baik dan keren. Kelebihan pembelajaran role playing di antaranya menyenangkan sehingga siswa terdorong untuk berpartisipasi.
Kemudian menggerakkan guru untuk mengembangkan aktivitas simulasi. Memungkinkan eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya.
Guru dapat memvisualisasikan hal-hal yang abstrak. Pembelajaran tidak membutuhkan keterampilan komunikasi yang pelik. Memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa. Pembelajaran menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang motivasi. Kelebihan yang terakhir adalah melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses, kemajuan simulasi.
Penerapan metode role playing berdampak pada perubahan situasi kelas dan siswa. Perubahan kondisi siswa antara lain menjadi sangat aktif, sangat antusias, dan sangat bersemangat. Kondisi kelas menjadi sangat menyenangkan, sangat konduksif dan sangat bermakna. Hal ini menyebabkan kemampuan kerjasama dan hasil belajar menjadi meningkat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rohdiyanahspd-guru-sdn-02-jebed-kab-pemalang.jpg)