Breaking News:

Berita Pantura

11 Kelurahan Rawan Banjir dan Rob, BPBD Kota Tegal Lakukan Pemetaan Wilayah untuk Antisipasi Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal telah memetakan wilayah rawan bencana pada musim penghujan kali ini.

akhtur gumilang
Air Rob Tegal 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal telah memetakan wilayah rawan bencana pada musim penghujan kali ini. Hal itu untuk mengantisipasi potensi becana yang mungkin saja terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, Andri Yudi Setyawan mengatakan, bencana alam yang berpotensi terjadi di masa musim penghujan adalah banjir dan rob. Selain itu, ancaman bencana alam lainnya adalah pohon tumbang dan angin kencang.

"Jadi bukan hanya banjir. Melainkan rob, genangan, pohon tumbang dan ancaman resiko angin puting beliung," kata Yudi, Kamis (11/11).

Menurut Yudi, pihaknya sudah memetakan wilayah-wilayah yang rawan banjir dan rob. Ada tujuh kelurahan yang tercatat rawan banjir di Kota Tegal.

Rinciannya, Kelurahan Sumurpanggang, Kaligangsa, Cabawan, dan Margadana. Keempat wilayah berada di Kecamatan Margadana. Tiga kelurahan lainnya terletak di Kecamatan Tegal Selatan, masing-masing Kelurahan Randugunting, Kalinyamat Wetan, dan Keturen.

"Yang masuk kawasan rawan banjir wilayah yang terkena limpasan air Sungai Kemiri, Polder Bayeman, dan saluran pengairan Lemah Duwur," ujarnya.

Selain itu, sebut Yudi, ada empat kelurahan yang rawan rob. Masing-masing Kelurahan Muarareja dan Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Panggung serta Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur.

"Wilayah di pesisir tersebut rawan rob dan genangan air yang dapat menganggu aktivitas masyarakat," sambungnya.

Yudi menjelaskan, tidak hanya pemetaan wilayah, pihaknya juga sudah mempersiapkan langkah kontijensi jika terjadi bencana alam di Kota Tegal. Untuk SDM, pihaknya menyiagakan 8 orang ASN, 6 orang Pusdalops, 24 orang TRC, dan 70 orang relawan.

Sementara mengenai peralatan dan logistik, meliputi 2 unit perahu karet, 2 unit motor tempel, 3 unit chainsaw, 3 unit alat sedot air, 50 unit pelampung, dan 14 tanda evakuasi dengan ukuran yang bervariasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved