Breaking News:

Guru Berkarya

Memanfaatkan Role Playing pada Pembelajaran Biologi Sintesis Protein

Suasana pembelajaran yang menyenangkan di kelas adalah suatu hal yang perlu di perhatikan bagi guru.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Eni Yuliati SPd MSi, SMAN 1 Comal Kab Pemalang 

Oleh: Eni Yuliati SPd MSi, SMAN 1 Comal Kab Pemalang

SUASANA pembelajaran yang menyenangkan di kelas adalah suatu hal yang perlu di perhatikan bagi guru. Pembelajaran yang menyenangkan di kelas akan menciptakan antusias dan semangat siswa dalam mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran.

Kebiasaan guru dalam menyampaikan materi di kelas sering menggunakan metode ceramah sehingga proses pembelajaran menjadi membosankan, siswa hanya mendengarkan saja tidak ada rangsangan minat dan motivasi siswa, rasa bosan itulah yang dapat mengakibatkan rendahnya nilai hasil belajar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah Guru menciptakan suatu model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran inovatif yang dapat di terapkan di kelas salah satunya adalah model pembelajaran dengan menggunakan bermain peran (role playing), dimana siswa dapat memerankan langsung terhadap suatu masalah atau suatu teori tertentu.

Menurut Slameto (2013) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sanjaya (2011) mengatakan belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan, belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku. Dapat disimpulkan bahwa proses belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu siswa sebagai akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses perubahan dalam diri baik berupa pengetahuan, keterampilan maupun nilai dan sikap

Dalam model bermain peran (role playing) beberapa siswa diberikan kesempatan untuk memerankan atau mengekspresikan dirinya untuk menceritakan suatu teori pada materi pelajaran. Dalam pembelajaran bermain peran para siswa memperagakan suatu adegan drama, siswa memperagakan sustu konsep aata teori dalam pelajaran.

Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk mahluk hidup dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis,  induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar.  Penyelesaian   masalah yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang matematika, fisika, kimia dan pengetahuan pendukung lainnya. Model bermain peran sangat tepat  di gunakan untuk memberikan suatu konsep atau materi yang dapat di berikan oleh guru.

Pembelajaran dengan model role playing di SMA N 1 Comal di gunakan di kelas XII MIPA pada Materi Sintesis Protein. Hasil penilaiaan tahun sebelumnya pada materi sintesis protein masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Model role playing untuk materi sisntesis protein siswa di bentuk beberapa kelompok, dalam satu kelompok masing-masing siswa memerankan  komponen-komponen yang di perlukan saat terjadinya sintesis protein, sebagai contoh ada siswa yang berperan sebagai ADN, ARN duta, Kodon (kode genetic) serta ada yang memerankan sebagai Asam Amino. Setelah para siswa di bagi tugas atau peran apa yang harus di lakukan selanjutnya siswa memperagakan suatu proses sintesis protein. Pada saat siswa memerankan tugasnya dalam suatu kelompoknya, di harapkan siswa secara jelas dapat mengerti suatu proses sintesis protein yang berlangsung di dalam tubuh. Dengan model pembelajaran role playing ini ada memori tersendiri pada diri siswa tentang materi sintesis protein. Siswa akan cepat memahami tentang materi sisntesis protein, karena siswa secara langsung terlibat saat terjadi sintesis

Keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran ini menjadikan hasil belajarnya  menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukan dari data hasil penilaian yang dilakukan. Hasil penilaian yang telah dilaksanakan di SMA N 1 Comal Kabupaten Pemalang setelah menggunkan model role playing khususnya  kelas XII  MIPA,seluruh siswa memperoleh nilai melebihi KKM yaitu diatas 70.

Pembelajaran dengan model role playing yang telah dilaksanakan dan ketuntasan hasil belajar siswa dapat tercapai. Keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran ini, bedampak positif dimana hasil belajar siswa akan menjadi lebih baik atau meningkat. Hal ini ditunjukan dari data hasil penilaian siswa dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dengan nilai rata-rata 80 dan kriteria baik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved