Berita Jakarta

Mahkamah Agung Potong Masa Hukuman Habib Rizieq Shihab Jadi Dua Tahun Penjara

Mahkamah Agung (MA) kurangi masa hukuman bekas pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menjadi 2 tahun penjara

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Habib Rizieq Shihab 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Mahkamah Agung (MA) kurangi masa hukuman bekas pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menjadi 2 tahun penjara terkait kasus penyebaran kabar bohong tes swab Covid-19 di RS Ummi Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang memvonis 4 tahun penjara terhadap Rizieq atas kasus tersebut.

Juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, mengatakan kasasi tersebut diputus oleh ketua majelis kasasi, Suhadi serta anggota majelis, Suharto dan Soesilo. Vonis juga dicatat oleh panitera pengganti, Agustina Dyah.

Vonis tersebut diputus majelis Senin (15/11) siang. Andi menyebut majelis kasasi memperbaiki pidana penjaranya.

"Perbaikan pidana penjara menjadi 2 tahun," kata Andi Samsan saat dikonfirmasi. Sementara terkait kasusnya, Habib Rizieq tetap dijerat menggunakan Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, beredar sebuah video pria yang diduga Haikal Hassan menyatakan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang juga tersangka kasus UU Kekarantinaan Rizieq Shihab ditahan di ruang bawah tanah di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Video berdurasi 1.30 menit itu terlihat Haikal Hassan tengah duduk di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Ketika itu, dia pun menyinggung Rizieq Shihab yang kini tengah ditahan di bawah tanah tanpa sinar matahari.

Menanggapi hal itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membantah informasi yang disampaikan video yang beredar tersebut. Ia memastikan tahanan yang ditempatkan Rizieq dalam kondisi yang layak.

"Jadi pada prinsipnya bahwa Polri menghargai HAM. Tentu walau statusnya tersangka, tentu tidak ada perlakuan seperti itu. Ini saya luruskan. Jadi kalau penjelasan di bawah tanah, nanti orang punya persepsi di bawah tanah," kata Ramadhan.

Ramadhan memastikan tahanan Rizieq berada di gedung yang layak. Bahkan, tim Rutan Bareskrim juga menyiapkan pendingin ruangan yang beroperasi 24 jam non stop.

"Itu gedungnya layak. Tetap menggunakan AC ya dan AC-nya 24 jam. Jadi perlakuannya sama. Jadi prinsipnya tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi satu tahanan dengan tahanan lain. Tidak ada perbedaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ramadhan memastikan seluruh tahanan di Rutan Bareskrim mendapatkan hak yang sama. Termasuk, Rizieq Shihab yang kini ditahan atas pelanggaran UU Kekarantinaan.

"Kita tidak lihat statusnya apa. Tapi semua perlakuan sama, semua dapat perlindungan, dapat hak, hak terima makan, hak dia terima kesehatan, bila dia sakit diperlakukan sama. Kan kita pernah share juga beliau sedang makan. Hak beliau untuk ibadah kita berikan. Jadi tidak ada perbedaan," jelasnya.

Atas dasar itu, Ia memastikan kabar Rizieq Shihab mendapatkan perlakuan tidak manusiawi di Rutan Bareskrim Polri tidak benar. "Jadi pengertian di bawah tanah itu basement. Tapi basement itu sangat layak. Sama kayak ruang ini. Sudah diukur standar kesehatannya. Jadi pengertian di bawah tanah itu jangan timbulkan konotasi di dalam tanah. Jadi posisinya basement bangunan memang seperti itu. Tetapi kondisinya tetap ada ruang AC," tukasnya.

Dalam video yang beredar itu, pria yang diduga Haikal Hassan menyatakan Rizieq Shihab ditahan di ruangan tanpa sinar matahari di bawah tanah selama 9 bulan terakhir.

"HRS udah hampir 9 bulan dia belum lihat matahari karena di bawah tanah. Di bawah tanah, gak ada salahnya. Jahat banget ya Allah. 9 bulan orang enggak lihat matahari gimana coba," kata pria yang diduga Haikal Hassan seperti video yang beredar kemarin.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan Rizieq Shihab sempat menitipkan pesan kepada umat atau pengikutnya. "Beliau bilang jangan takut andai kata saya terbunuh, demi Allah bangkitkan lagi 1.000 Habib yang akan lanjutkan perjuangan ini. Pasti akan Allah bangkitkan ulama-ulama yang melanjutkan perjuangan," tukasnya.(Tribun Network/igm/ham/wly)

Baca juga: PPKM di Jawa Bali Diperpanjang Sampai Tanggal 29 November, Note! Tak Ada Lagi yang Level 3

Baca juga: Sembarangan Gunakan Antibiotik Bisa Sebabkan Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Kunci Jawaban kelas 4 SD Tema 4 halaman 25, 26 dan 27 Buku Tematik, Belalang dan Semut Rajin

Baca juga: Haris Azhar dan Fatia Tak Datang Mediasi, Luhut: Ketemu di Pengadilan Saja

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved