Breaking News:

Berita Regional

8 Siswa SD Turun Kelas Gara-gara Orang Tua Tak Pilih Suami Kepsek Jadi Kades

Sebanyak 8 siswa Sekolah Dasar (SD) di Tapanuli Utara (Taput) , Sumatera Utara terpaksa harus turun kelas.

Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DOK
ILUSTRASI SISWA SD. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP 2015-2016 di Kabupaten Demak akan dilaksanakan 29 Juni-2 Juli 2015. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 8 siswa Sekolah Dasar (SD) di Tapanuli Utara (Taput) , Sumatera Utara terpaksa harus turun kelas.

Hal itu diduga karena masalah politik pemilihan kepala desa.

Orangtua siswa diduga tak mendukung suami dari kepala sekolah (kepsek) untuk menjadi kepala desa (kades).

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara pun telah turun tangan dengan memanggil kepala sekolah.

Namun, kepala sekolah membantah tudingan tersebut.

]Direktur LBH Sekolah Jakarta, Rodee Nababan mengatakan, dua dari delapan bocah yang turun kelas itu adalah R (12) dan W (10).

Kedua bocah tersebut duduk di bangku kelas 6 dan kelas 4 SDN 173377, Desa Batu Arimo, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara.

"R dan W mengalami intimidasi hingga dipaksa turun kelas diduga hanya karena kedua orangtuanya tidak ingin memilih suami sang kepala sekolah di pilkades mendatang," kata Rodee, Selasa (16/11/2021).

Dikatakan Rodee, R dan W diturunkan ke kelas dua dengan alasan yang macam-macam.

Kuat dugaan, delapan bocah turun kelas karena Kepala SDN 173377 berinisial JS kesal dengan orangtua para siswa yang tidak mau memilih suaminya sebagai kepala desa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved