Breaking News:

Penanganan Corona

Ada Potensi Ledakan Gelombang 3 Covid-19 Setelah Libur Akhir Tahun, Ini yang Harus Dilakukan

Masyarakat diminta waspada dan tak mengabaikan protokol kesehatan. Ada prediksi ancaman covid 19 gelombang 3 pada bulan Desember 2021 mendatang.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
istimewa
Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Aditya Chandra Putra  

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Masyarakat diminta waspada dan tak mengabaikan protokol kesehatan.

Ada prediksi ancaman covid 19 gelombang 3 pada bulan Desember 2021 mendatang.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Aditya Chandra Putra menyebut variasi gejala klinis covid 19 bukan hanya seputar saluran pernafasan.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Masih Fluktuatif, Tersisa 17 Orang

Baca juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang Lagi, Satgas: Kasus Covid-19 dan BOR Rumah Sakit Naik

Baca juga: Video Waspadai Gelombang Ke-3 Covid-19, Bupati Haryanto Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

“Gelombang ke tiga ini semoga tidak terjadi. Namun harus tetap waspada, "katanya,  Rabu (17/11/2021) 

"Pada gejala klinis Covid-19 yang sebelumnya, sebagian besar berkaitan dengan keluhan demam dan saluran nafas, tapi semakin banyak varian-varian baru yang ditemukan dengan gejala yang lebih bermacam-macam seperti sakit kepala, nyeri telan atau nyeri tenggorokan, dan diare,” kata Aditya.

Ia pun mengimbau masyarakat jika merasakan demam lebih dua hari dan ada gejala klinis tersebut, agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Penularan covid dinilai sangat cepat dan mudah. Benteng utamanya, tetap protokol kesehatan 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Ia pun berharap warga tak sampai menunda vaksin. 

Virus ini juga bisa menempel pada bahan yang ditemukan sehari-hari, termasuk bahan plastik dan metal.

Supaya tak tertular, dr Aditya menghimbau ketika di luar ruangan, warga tidak sembarangan memegang barang barang berbahan tersebut.

"Sehingga cuci tangan setelah memegang benda apapun di luar rumah harus menjadi kebiasaan, ”katanya.

Baca juga: Inilah Jadwal Siaran Langsung Indonesia Masters 2021 Hari Ini Live MNCTV

Baca juga: PPKM Level 3 Diberlakukan, Bagaimana Aturan Pesta Kembang Api hingga Arak-arakan?

Baca juga: Peruntungan Shio Hari Ini Kamis 18 November 2021

Pemeriksaan menggunakan antigen, menurut dia, juga perlu tetap dilakukan sebagai screening awal, apakah pasien terpapar Sars Cov 2 atau tidak.

Sedangkan polymerase chain reaction (PCR) juga dilakukan sebagai metode pemeriksaan Sars Cov 2 dengan metode mendeteksi virus.

“Penggunaan PCR tetap, untuk memvalidasi seseorang itu terpapar covid atau tidak. Kalau antigen bisa digunakan sebagai diagnosis dengan kriteria tertentu. Untuk masyarakat umum tetap PCR,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved