Breaking News:

Buruh Demak Nyanyi Bareng Bakari Kardus Meratapi UMK 2022

Belasan buruh Demak menyanyi bareng sambil membakar kardus meratapi nasib kenaikan UMK 2022.

Tribun Jateng/ Reza Gustav
Gerakan Aliansi Buruh Demak (Gebrak) melakukan aksi protes dan membakar kardus di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Belasan anggota yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Buruh Demak (Gebrak) tampak duduk bersama di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Kamis (18/11/2021).

Mereka memprotes bocoran rata-rata kenaikan UMK dan UMP 2022 sebesar 1,09 persen yang baru-baru ini diumumkan pemerintah.

Menurut mereka, angka tersebut tersebut terlalu kecil.

Bentuk protes mereka dengan duduk berjejer tiga baris di bawah sinar matahari sambil berorasi dan menyanyikan lagu-lagu.

Tak ketinggalan juga atribut spanduk bertuliskan “buruh bersatu” dan sebuah toa.

Bisa dibilang mereka menolak Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 serta meminta Omnibuslaw dicabut.

Selain melakukan protes, mereka juga membakar kardus hingga akhirnya Polisi menyiramnya.

Selain protes, kedatangan mereka juga bertujuan mengawal jalannya rapat antara pihak Dewan Pengupahan, Apindo dan buruh.

Dari hasil rapat itu, belum ditemui kesepakatan.

“Kalau nanti pada akhirnya tanggal 30 November 2021 muncul angka (jumlah kenaikan UMK 2022), dan angka itu mengecewakan, kami siap all out dan turun ke jalan,” ujar Sekjen Gebrak, Poyo Widodo.

Mereka sendiri juga mendesak kenaikan UMK Demak 2022 menjadi sebesar 7 sampai 10 persen dari UMK Demak yang saat ini sekitar Rp 2.5 juta. 

Poyo menambahkan bahwa perhitungan kenaikan yang mereka minta juga didasari dengan kebutuhan para buruh yang meningkat selama masa pandemi Covid-19.

“Kebutuhan kita bertambah, pemerintah menginstruksikan kita memakai masker, hand sanitizer, kuota internet tapi harus kami yang menanggung sendiri. Jadi setidaknya kami harus mengeluarkan sekitar Rp 250 ribu per bulan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian masih enggan berkomentar terkait jalannya rapat dan jumlah kenaikan UMK 2022 yang diminta Gebrak. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved