Breaking News:

Berita Batang

Paceklik, Pembagian Beras untuk Nelayan Batang Tahun Ini Menurun

Pembagian beras dilakukan dengan protokol kesehatan dan secara bergantian ribuan nelayan mengantre di di Kantor KUD Ngupoyo Moni, Kabupaten Batang, Ra

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
Dok. Diskominfo Batang
Wakil Bupati Batang Suyono saat memyerahkan bantuan beras paceklik kepada nelayan, Rabu (17/11/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Memasuki musim paceklik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang membagikan bantuan beras kepada nelayan.

Pembagian beras dilakukan dengan protokol kesehatan dan secara bergantian ribuan nelayan mengantre di di Kantor KUD Ngupoyo Moni, Kabupaten Batang, Rabu (17/11/2021).

Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan program pembagian bantuan beras merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Desember atau memasuki musim paceklik untuk nelayan.

"Pada akhir tahun sering terjadi hujan, sehingga nelayan tidak bisa melaut, ini dilakukan dalam rangka membantu perekonomian para nelayan," tutur Teguh.

Dikatakan Teguh, pada tahun ini pembagian beras untuk nelayan mengalami penurunan.

Kalau kemarin pengumpulan dana dibelikan beras sebanyak 60 ton tetapi untuk sekarang hanya 50 ton.

“Faktor penurunan beras yang pertama pada tahun kemarin saldo kita sampai minus dalam kurun waktu dari Januari sampai Oktober, pendapatan yang diperoleh mengalami penurunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk pembagian beras paceklik dibagikan bagi nelayan aktif dan jompo yang masing-masing mendapat 4 kilogram padahal tahun kemarin 5 kilogram dan istri janda nelayan 2,5 kilogram masih sama.

"Hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Batang saja tetapi seluruh daerah karena dampak Pandemi Covid-19 sehingga produktifitas nelayan berpengaruh pada penjualannya," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, meskipun pembagian beras mengalami penurunan tapi tetap disyukuri.

“Semoga keluarga yang berangkat berlayar mencari ikan mendapatkan yang terbaik dan banyak sehingga membawa hasil untuk kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Suyono mengakui memang pekerjaan nelayan sangat beresiko besar, kadang ada berita nelayan yang tenggelam dalam sedang mencari nafkah.

Maka di situ Pemkab Batang berupaya keras membantu kesejahteraan nelayan.

“Tadi saya sedikit membantu untuk istri janda nelayan memberikan uang sebesar Rp 1 Juta semoga ini sedikit membantu untuk membeli minyak atau telur bagi keluarganya,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved