Breaking News:

Berita Semarang

Tim Dosen FPIK Undip Ajari Anggota PKK Pemanfaatan Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) mengajak ibu-ibu PKK memanfaatkan limbah dan sampah untuk dijadikan

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
dok pribadi narsum
Anggota PKK RT 13 RW 06, Kelurahan Pudak Payung, Banyumanik, Kota Semarang menunjukan hasil karya pemanfaatan limbah atau sampah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) mengajak ibu-ibu PKK memanfaatkan limbah dan sampah untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis di RT 13 RW 06, Kelurahan Pudak Payung, Banyumanik, Kota Semarang.

Tim dosen FPIK Undip yang terdiri dari Delianis Pringgenies, Ali Djunaedi, Ervia Yudiati, dan Gunawan Widi Santosa mengajak anggota PKK untuk memanfaatkan limbah mangrove untuk pewarna batik, memanfaatkan bakteri limbah mangrove sebagai bahan bioaktivator kompos, dan limbah anorganik untuk dijadikan produk ecobrick.

"Dengan pemanfaatan limbah baik organik maupun anorganik maka dapat menekan jumlah limbah atau sampah," kata Delianis Pringgenies, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/11/2021).

Dikatakannya, saat ini limbah semakin meningkat jumlahnya, baik limbah organik maupun limbah anorganik. Semua itu terkait dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktifitas manusia.

Kondisi seperti itu, lanjutnya, akan sangat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia bila tidak dilakukan penekanan jumlah limbah.

"Karenanya, kami mengajak para ibu-ibu PKK untuk ikut mengendalikan limbah dengan memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai ekonomis," tuturnya.

Ketua RT 13 RW 06 Kelurahan Pudak Payung, Saptono menambahkan, masyarakat di lingkungannya tanggap dengan permasalahan sampah atau limbah sehingga setiap warga sudah dianjurkan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dari masing-masing rumah tangga.

"Ibu-ibu PKK sangat berminat dalam kegiatan yang bermanfaat. Di samping menambah pengetahuan dan keterampilan, sampah ternyata dapat diolah kembali dan menjadi produksi yang komersial," katanya.

Dalam PKM itu, menghadirkan instruktur FX Hartono, yang sudah lebih 30 tahun peduli dengan limbah. Hartono mengatakan, penekanan jumlah limbah harus dimulai dari hulu agar limbah yang muncul di hilir menurun jumlahnya.

Untuk penekanan jumlah limbah, kata dia, limbah organik dapat dijadikan kompos dan limbah anorganik dapat diolah kembali menjadi produk tas belanjaan.

"Di sisi lain, bahan alam limbah mangrove yang dapat menghasilkan pewarna alam banyak digunakan dan kini dijadikan produksi batik ecoprinting," jelasnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved