Breaking News:

IHSG

Prediksi IHSG Jumat (19/11) Ada Potensi Meningkat tapi Rawan Terkoreksi

Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat 19 November 2021 berpotensi melemah.

antarafoto
seorang karyawan memperhatikan pergerakan ihsg 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat 19 November 2021 berpotensi melemah. Namun, ada juga peluang IHSG menguat karena sentimen global.

Catatan Kontan.co.id, Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (18/11). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 60,10 poin atau 0,17% ke 35.870,95, S&P 500 naik 15,87 poin atau 0,34% ke 4.704,54 dan Nasdaq Composite naik 72,14 poin atau 0,45% ke 15.993,71.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (18/11) IHSG melemah 39,33 poin atau 0,59% ke level 6.636,46.  Mengutip catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), tujuh dari 11 sektor di bursa memang bergerak lesu pada perdagangan di hari Kamis. Pelemahan paling dalam dirasakan sektor keuangan hingga 0,93%. Setelahnya disusul sektor infrastruktur yang tertekan 0,82%, serta sektor properti dan real estate yang melorot 0,69%. 

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya prediksi pergerakan IHSG di akhir pekan berpeluang melemah. IHSG akan bergerak di kisaran 6.589 hingga 6.713. 

William mencermati, pola pergerakan IHSG masih dibayangi potensi tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan potensi naiknya.  "Masih minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG yang diakibatkan oleh perlambatan perekonomian, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG," jelasnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Kamis (18/11).

Selain itu, belum adanya arus deras capital inflow ke pasar modal Indonesia membuat pasar bergerak lebih konsolidatif. Adapun beberapa rekomendasi saham yang perlu dicermati di akhir pekan seperti ICBP, ASRI, TBIG, JSMR, ASII, AALI, dan INDF.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mencermati, IHSG terkoreksi seiring dengan pelemahan bursa saham secara global. Di sisi lain, pergerakan masih mencermati potensi inflasi Amerika Serikat yang berkepanjangan. Pelaku pasar juga mencermati keputusan Bank Indonesia yang menetapkan suku bunga acuan masih di angka 3,50%.

Untuk perdagangan di akhir pekan, Jumat (19/11), Dennies memperkirakan IHSG melanjutkan pelemahan dengan level support di 6.615 hingga 6.594. Sementara, level resistance-nya di 6.663 hingga 6.690. 

"Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low dengan volume yang cukup tinggi dan stochastic yang membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan potensi pelemahan," jelasnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Kamis (18/11). 

Sepengamatannya, pergerakan akan minim sentimen dari data ekonomi menjelang akhir pekan. Di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan terkait inflasi dari Amerika Serikat.

Kini dengan kabar dari Wall Street yang menutup perdagangan dengan kenaikan, bukan tidak mungkin IHSG hari ini akan meningkat.

Itulah prediksi IHSG pada perdagangan hari ini, Jumat 19 November 2021. (kontan.co.id)

Baca juga: PPKM Level 3 Diberlakukan se-Indonesia Saat Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Polisi Beberkan Motif dan Peran Para Tersangka Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir

Baca juga: Hasto Ungkap Pertemuan Mega, Prabowo dan Puan di Bertemu di Ruang VVIP Istana Negara

Baca juga: Tarif Toilet SPBU Disebut Sebagai Pungli, Ini Kata Pertamina Jika Kamu Diminta Membayar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved