Apa Itu Menopause? 8 Tanda Gejala Terjadinya Menopause Pada Wanita
Apa itu menopause? Berikut delapan gejala serta tanda-tanda terjadinya menopause pada wanita.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Apa Itu Menopause? 8 Tanda Gejala Terjadinya Menopause Pada Wanita
TRIBUNJATENG.COM - Apa itu menopause? Berikut delapan gejala serta tanda-tanda terjadinya menopause pada wanita.
Apa Itu Menopause?
Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami pada wanita.
Hal ini biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun.
Menopause ditandai dengan 12 bulan sejak haid terakhir.
Berikut delapan gejala yang dialami wanita saat terjadinya menopause:
Dilansir oleh Kompas.com, gejala-gejala ini mungkin dimulai sebelum menstruasi berakhir, dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.
1. Kesuburan rendah
Saat seorang wanita mendekati akhir tahap reproduksi, tetapi sebelum menopause dimulai, kadar estrogen mulai turun.
Ini akan mengurangi kemungkinan hamil.
2. Haid tidak teratur
Tanda pertama ketika mendekati masa menopause biasanya menstruasi yang terjadi kurang teratur.
Pola menstruasi mungkin datang lebih sering atau lebih jarang dari biasanya, dan mungkin lebih berat atau lebih ringan.
Namun, perlu diwaspadai tentang perubahan menstruasi dan harus menemui dokter,
karena perubahan ini juga dapat mengindikasikan kehamilan atau beberapa masalah kesehatan.
3. Vagina kering dan tidak nyaman
Vagina kering, gatal, dan tidak nyaman dapat dimulai selama pre-menopause dan berlanjut hingga menopause.
Seseorang dengan gejala-gejala ini mungkin mengalami gesekan dan ketidaknyamanan selama hubungan seks vaginal.
Selain itu, jika kulit pecah, hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi.
Vaginitis atrofi, yang melibatkan penipisan, pengeringan, dan pembengkakan dinding vagina, terkadang dapat terjadi selama menopause.
4. Hot flashes
Hot flashes sering terjadi sekitar waktu menopause. Itu akan menyebabkan seseorang tiba-tiba merasakan sensasi panas di tubuh bagian atas.
Sensasinya bisa mulai di wajah, leher, atau dada dan berlanjut ke atas atau ke bawah.
Hot flashes biasanya terjadi pada tahun pertama setelah menstruasi berakhir, tetapi dapat berlanjut hingga 14 tahun setelah menopause.
5. Gangguan tidur
Masalah tidur dapat muncul selama menopause, dan mungkin berasal dari kegelisahan keringat di malam hari, dan sering buang air kecil.
Banyak berolahraga dan menghindari makanan berat sebelum tidur dapat membantu mengelola masalah ini,
tetapi jika masalah ini terus berlanjut, hubungi penyedia layanan kesehatan.
6. Perubahan emosional
Depresi, kecemasan, dan suasana hati yang rendah sering terjadi selama menopause.
Tidak jarang mengalami saat-saat lekas marah dan mantra menangis.
Perubahan hormonal dan gangguan tidur juga dapat menyebabkan masalah ini.
Selain itu, perasaan seseorang tentang menopause mungkin ikut berperan.
Misalnya, tekanan karena libido rendah atau akhir kesuburan dapat menyebabkan depresi selama menopause.
7. Kesulitan fokus
Menjelang menopause, dua pertiga wanita mungkin mengalami kesulitan dengan konsentrasi dan daya ingat.
Tetap aktif secara fisik dan mental, mengikuti diet yang sehat, dan mempertahankan kehidupan sosial yang aktif dapat membantu mengatasi masalah ini.
8. Perubahan Fisik
Berbagai perubahan fisik dapat berkembang di sekitar masa menopause.
Seperti penumpukan lemak di sekitar perut, penambahan berat badan dan perubahan warna, tekstur, dan volume rambut.
Serta pengecilan payudara dan nyeri tekan dan inkontinensia urin.
Namun, hubungan antara perubahan ini dan menopause tidak selalu jelas.
Beberapa mungkin terjadi secara independen pada saat yang sama dengan transisi, dan usia serta gaya hidup juga dapat berperan. (tribunjateng/non)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-populer.jpg)