Breaking News:

Berita Semarang

BPJS Kesehatan Cabang Semarang Bersama Pemkot Semarang Dorong ASN Manfaatkan Mobile JKN

BPJS Kesehatan Cabang Semarang gandeng Pemkot Semarang untuk optimalkan Mobile JKN bagi PNS.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
BPJS Kesehatan Cabang Semarang menggandeng Pemerintah Kota Semarang untuk mengoptimalkan pemanfaatan Mobile JKN bagi ASN dan Non ASN melalui program Gedor Mobile JKN alias Gerakan Download Mobile JKN. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Kesehatan Cabang Semarang menggandeng Pemerintah Kota Semarang untuk mengoptimalkan pemanfaatan Mobile JKN bagi ASN dan Non ASN melalui program Gedor Mobile JKN alias Gerakan Download Mobile JKN.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak pertengahan bulan Oktober 2021 ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kota Semarang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar menjelaskan bahwa aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu tools yang dapat digunakan peserta dalam mengakses informasi terkait JKN-KIS dan juga untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Pengguna Mobile JKN di kota Semarang baru mencapai 207.276 pengguna, dengan pengguna aktif terbanyak dari segmen Pekerja Penerima Badan Usaha (PPU BU) sebanyak 94.414 pengguna dan PBPU 66.839 pengguna.

Untuk pengguna dari kalangan PPU Penyelenggara Negara masih perlu dioptimalkan karena baru mencapai 26.053 pengguna.

“Seruan gerakan ini langsung turun dari Sekda, kita ajak 52 satker di kota Semarang untuk segara mengunduh dan daftar sebagai pengguna Mobile JKN,” terang Andi dalam keterangan tertulisnya yang diterima tribunjateng.com, Senin (22/11/2021).

Terdata di sistem kepesertaan BPJS Kesehatan, terdapat 9.298 pegawai ASN dan 24.887 Non ASN aktif di kota Semarang yang menjadi sasaran pengguna Mobile JKN.

Setiap satuan kerja akan dilombakan pengguna aktif Mobile JKN-nya. Diharapkan dengan gencarnya Gedor Mobile JKN, Aparat negara dapat ikut menyukseskan digitalisasi pelayanan Program JKN-KIS.

“Kredibilitas Mobile JKN ini sudah tidak diragukan, selain menduduki aplikasi paling populer kedua di bidang kesehatan di Playstore, aplikasi ini juga telah diunduh puluhan juta peserta di seluruh Indonesia,” ungkap Andi.

Sementara itu, salah satu pekerja Non ASN Pemkot Semarang, Rahma mengaku telah merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN.

Sebagai pegawai pemerintah yang terikat jam kerja, Rahma tidak leluasa dalam mengurus keperluan kepesertaan JKN-KIS secara konvensional. Untungnya Rahma sudah mengunduh aplikasi Mobile JKN.

“Aplikasi ini sangat-sangat membantu menurut saya, fitur yang ditawarkan cukup komplit. Selain kemudahan dalam mengurus administrasi seperti pindah FKTP, saya bisa berkonsultasi langsung dengan dokter," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved