Breaking News:

Guru Berkarya

Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa dalam Pembelajaran Senam Lantai

Dikatakan senam lantai karena seluruh keterampilan gerakan dilakukan pada lantai yang beralaskan matras tanpa melibatkan alat lainnya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sutarlim SPd, Guru SMPN 1 Comal Kab Pemalang 

Oleh: Sutarlim SPd, Guru SMPN 1 Comal Kab Pemalang

PENDIDIKAN jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian menyeluruh dari sistem pendidikan, yang bertujuan mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, sosial, penalaran, dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan. Oleh karena itu, pendidikan jasmani harus mempunyai tujuan dalam membangun masyarakat Indonesia melalui aktifitas jasmani dalam bentuk olahraga, perlombaan dan pertandingan olahraga baik ditingkat sekolah maupun masyarakat.

Di tingkat sekolah, proses pengembangan olahraga melalui pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga. Pembelajaran mencakup permainan bola besar dan kecil, atletik, beladiri, aktivitas jasmani, senam lantai dan senam irama, renang dan kesehatan. Pembelajaran Penjaskes di sekolah setiap kompetensi dasarnya harus diajarkan termasuk senam lantai.

Senam lantai merupakan salah satu bagian dari senam artistik. Dikatakan senam lantai karena seluruh keterampilan gerakan dilakukan pada lantai yang beralaskan matras tanpa melibatkan alat lainnya.

Seperti dikatakan Muhajir (2006: 69), olahraga senam mempunyai sistematika tersendiri serta mempunyai tujuan yang hendak dicapai seperti daya tahan, kekuatan, kelentukan, koordinasi, atau bisa juga diperluas untuk meraih prestasi, membentuk tubuh yang ideal dan memelihara kesehatan. Pembelajaran senam di sekolah dikenal sebagai senam pendidikan, merupakan pembelajaran yang sasaran utamanya diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan, artinya pembelajaran senam hanyalah alat.

Adapun yang menjadi tujuan adalah aspek pertumbuhan dan perkembangan anak yang dirangsang melalui kegiatan-kegiatan yang bertema senam. Pada pembelajaran penjas di tingkat SMP, materi roll depan dan belakang merupakan materi yang harus diajarkan.

Banyak kendala yang harus dihadapi guru penjaskes dalam mengajarkan materi senam lantai. Faktor ketakutan dan kecemasan siswa terhadap gerakan yang dilakukan pada proses pembelajaran menjadi materi senam lantai sangat tidak menarik.

Kendala kecemasan dan ketakutan dalam melakukan senam lantai adalah rasa pusing, otot ketarik dan sakit persendian serta menganggap gerakannya terlalu sulit. Rasa percaya diri adalah suatu perasaan  keyakinan dan sikap seseorang kepada kemampuan yang dimilikinya dengan tulus mendapatkan apa adanya baik secara positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melewati  proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.

Rendahnya kemampuan siswa menunjukan adanya kelemahan sekaligus kesulitan belajar mengajar guling depan dan guling belakang  yang kemungkinan. Hal itu disebabkan oleh metode mengajar yang diberikan oleh guru yang cenderung masih mononton tertuju pada gerakan senam saja tanpa adanya variasi metode mengajar yang lainnya, Kemudian penggunaan sarana dan prasarana pada saat pembelajaran kurang memadai sehingga membuat siswa tidak tertarik dengan senam lantai.

Pada saat guru mengajar senam lantai terdapat beberapa  siswa  yang  ragu  dalam  menjalankan  gerakan  guling  depan  dan  guling belakang. Hal ini disebabkan karena siswa merasa malu dan takut, merasa berpikir terlalu  sulit  untuk  melakukannya,  serta  tidak  dapat  menyeimbangkan  tubuhnya. Rasa  percaya  diri  adalah  suatu  perasaan  keyakinan  dan  sikap  seseorang kepada  kemampuan yang dimilikinya dengan tulus mendapatkan apa adanya baik secara  positif  ataupun  negatif  yang  dibentuk  dan  dipelajari  melewati  proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.

Penyelesaian kendala dalam mengajarkan senam lantai yaitu guru harus merubah metode lama dengan metode yang menyenangkan dengan melalui media pembelajaran vidio senam. Guru perlu merubah strategi mengajar dengan tahapan-tahapan gerak dengan model hitungan dari gerak yang mudah dari persiapan, pelaksanaan dan sikap akhir. Dan yang paling penting adalah bagaimana guru penjaskes membangkitkan rasa percaya diri bagi siswa untuk dapat melakukan pembelajaran senam lantai yang menyenangkan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved