Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Pasca Banjir Warga Desa Sidaharja Tegal Mulai Bersih-bersih Rumah dan Jalan

Pasca banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal Selasa (23/11/2021) kemarin, warga sudah mulai membersihkan sisa-sisa lumpur.

Ditambah air coklat keruh bercampur lumpur yang masih tersisa di dalam rumah.

Padahal Uci mengaku tidak memiliki atau berternak kambing. 

"Paling nanti perabotan yang rusak dan tidak bisa diselamatkan akan saya loakan (rongsokan). Benar-benar banjir yang cukup berdampak bagi saya, keluarga, dan warga sekitar," pungkas Uci.

Sebelumnya, intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (22/11/2021) malam, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tegal mengalami banjir bahkan sampai ada yang masuk rumah warga.

Hal ini seperti yang terpantau di Dukuh Mlangse, Desa Sidaharja, RT 03/RW 04, Kecamatan Suradadi, Kabupaten, pada Selasa (23/11/2021) pagi.

Desa ini bisa dikatakan sebagai langganan banjir, karena setiap tahun nya terutama jika intensitas hujan tinggi atau terjadi dalam waktu yang lama pasti banjir melanda.

Ketinggian air tidak merata karena menyesuaikan konstruksi jalan, namun jika semakin masuk ke dalam Desa maka ketinggian air mencapai lutut orang dewasa bahkan ada yang lebih.

Selain di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, banjir juga melanda Desa Tembok, Banjaran RT 3,4 dan 5 RW 01, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.

Terjadi juga di Desa Pecabean RT 01/RW 01, Kecamatan Pangkah, Desa Kendayakan dan Desa Banjaragung Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal.

Salah satu warga RT 03/RW 04 yang ditemui di lokasi Syaeful mengatakan, air dari luapan sungai cacaban mulai masuk ke jalan dan area rumah warga sejak pukul 06.00 WIB.

Menurutnya musibah ini bukan kali pertama, tapi memang sering terjadi dan bisa disebut banjir langganan ketika masuk musim hujan.

"Banjir kali ini terjadi karena kemarin malam hujan cukup deras sejak pukul 23.00 WIB sampai pagi tadi. Kalau daerah saya belum ada yang sampai masuk rumah, karena warga sudah inisiatif menyiapkan semacam pembatas menggunakan kayu, fungsinya untuk menahan air supaya tidak masuk ke rumah. Tapi kalau ini sampai hujan lagi tidak menutup kemungkinan masuk ke rumah, karena di rumah saya sekitar  10 cm lagi air masuk ke rumah," ungkap Syaeful.  (*)

(dta)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved