Berita Solo
Suksesi Pura Mangkunegaran, Pakar Sejarah: Bukan Seperti Keraton Solo
Suksesi di Pura Mangkunegaran dinilai cair, berbeda dengan pecahan Mataram lain.
Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Pengamat Sejarah, Raden Surojo (kanan) saat memaparkan materi dalam diskusi bertajuk 'Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa? pada Jumat (26/11/2021).
Hanya ada kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di lingkungan Jawa yang bisa dilihat," tambahnya.
Dia menjelaskan, raja dan masyarakat itu keris dan warangka.
Raja itu keris, sementara masyarakat itu warangka atau sarung yang terbuat dari kayu.
"Ada hubungan timbal balik di situ. Tentang sesuai situasi.
Meskipun tidak punya suara yang menentukan pengganti Gusti Mangku IX, tapi ada spirit memberikan masukan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengamat-sejarah-raden-surojo-kanan-saat-memaparkan-materi.jpg)