Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Jaga Sikon dari Omricon

Kita patut bersyukur pandemi Corona di Indonesia mulai menunjukkan penurunan kasus sebulan terakhir. Berdasarkan data dari JHU CSSE COVID-19

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Oleh Galih Permadi

Wartawan Tribun Jateng

Kita patut bersyukur pandemi Corona di Indonesia mulai menunjukkan penurunan kasus sebulan terakhir. Berdasarkan data dari JHU CSSE COVID-19 Data, kasus baru di 27 November 2021 mencapai 404 kasus dibandingkan pada 1 Agustus 2021 mencapai 30.738 kasus.

Berdasarkan data pemerintah hingga 28 November 2021, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 4.255.836 orang dengan pasien sembuh sebanyak 4.103.914 orang.

Sedangkan pasien meninggal mencapai 143.808 jiwa.

Perekonomian di sejumlah daerah mulai menggeliat.

Termasuk dibukanya sejumlah tempat wisata hingga dipadati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Penurunan kasus ini tentu jangan sampai membuat terlena. Varian virus baru Covid-19 mulai menggurita di sejumlah negara.

Kini masyarakat dihadapi dengan varian B.1.1.529 Omicron.

Varian baru yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini sudah masuk ke Jerman, Inggris, Italia, Ceko, dan Australia.

Tak mau kecolongan, pemerintah Indonesia pun melakukan pelarangan masuk Warga Negara Asing (WNA) dari delapan negara di Afrika, yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria.

Tak hanya itu, pemerintah akan menetapkan PPKM Level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Hal ini diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia untuk mencegah gelombang ketiga saat Natal dan malam Tahun Baru 2021 serta awal 2022.

Epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman mengatakan, varian baru Omicron disebut 500 persen lebih menular daripada virus corona asli, SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China 2019 lalu.

"Kalau diibaratkan varian delta (yang sempat merebak beberapa waktu lalu) yang 100 persen kecepatannya lebih cepat menular daripada virus liar di Wuhan, ini kemungkinannya Omicron bisa sampai 500 persen atau 5 kalinya kecepatan penularannya," jelas Dicky kepada Kompas.com, Sabtu (27/11/2021).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved