Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI DR Arri Handayani : Fenomena Manusia Silver, Bagaimana Kondisi Psikologinya

FENOMENA manusia silver saat ini sedang marak diperbincangkan. Mereka adalah orang-orang yang mengecat seluruh tubuh bahkan mukanya

Bram/Tribun Jateng
Dr Arri Handayani, SPsi,MSi 

Jika sudah demikian, permasalahan akan semakin kompleks. Karena tidak hanya masalah materi yang dihadapi tetapi juga tentang tentang norma yang mulai berubah, sehingga rentan melakukan perilaku menyimpang.

Kondisi jalanan yang keras dan penuh resiko, rentan bagi mereka untuk juga mendapatkan perlakuan tidak baik, yang berdampak pada perilaku menyimpang tersebut.

Meskipun kondisi saat ini sangat sulit, tidak seharusnya orang tua membiarkan atau justru mengajak anak turun ke jalan. Apalagi menggunakan sesuatu yang membahayakan anak.

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, anak-anak adalah individu yang masih berusia di bawah 18 tahun. Dengan demikian mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari orang tua.

Kondisi psikologis

Secara psikologis, sesungguhnya ada kebutuhan-kebutuhan anak yang terabaikan ketika mereka berada di jalanan.

Diantaranya kebutuhan untuk tumbuh kembang dan mendapatkan perlindungan. Kebutuhan tumbuh kembang merupakan hak yang diperlukan anak untuk mendukung pertumbuhan fisik dan psikis sesuai potensi serta untuk mendapatkan standar hidup yang layak.

Misalnya kebutuhan untuk mendapatkan tempat tinggal, bermain, bergaul, istirahat yang cukup, serta adanya pendidikan yang layak.

Sementara itu, kebutuhan perlindungan menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari tindakan eksploitasi, penelantaran, kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan salah lainnya (Fitriani, 2016).

Anak-anak yang seharusnya sedang masa tumbuh kembang dan mendapatkan perlindungan penuh dari orang tua tetapi justru terampas hak-haknya ketika mereka berada di jalanan.

Mereka beresiko mendapatkan perlakuan kasar dan berdampak pada kondisi fisik dan psikisnya.

Memang tidak mudah untuk mengembalikan mereka kepada jalur yang benar, pada kehidupan yang lebih layak. Kehidupan mereka memang keras, tetapi mereka seolah-olah sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Termasuk sudah terbiasa hidup dengan norma dan aturan yang berlaku diantara mereka.

Tujuan hidup mereka tidak jelas, yang penting mendapatkan kebutuhan makan untuk hari itu. Apa yang dianggap masyarakat umum adalah sesuatu yang tidak pantas dilakukan, tetapi oleh mereka justru diangap sebagai hal yang biasa saja. Pada akhirnya mereka merasa nyaman-nyaman saja dan terlena dengan kehidupan tersebut.

Pendampingan

Melihat realita tersebut, maka dibutuhkan berbagai upaya, bagaimana agar mereka mau merubah pola pikir yang sudah tertanam tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved